13 dari Total 14 Kecamatan di Demak Alami Kekeringan

BETANEWS.ID, DEMAK – Hampir semua kecamatan di Kabupaten Demak terdampk kekeringan. Dari total 14 kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Guntur yang sampai saat ini tak terdampak kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat 109 desa di 13 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Baca Juga: Bupati Demak Usulkan Raperda Kawasan Tanpa Rokok

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Demak, Suprapto, mengatakan dampak kekeringan sebelumnya diperkirakan 62 desa. Akan tetapi karena kemarau panjang, kekeringan kian meluas ke beberapa desa lainnya.

“Sekitar 109 desa dari 13 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih,” katanya saat ditemui di kantor BPBD Demak, Rabu (13/9/2023).

Saat ini BPBD Demak telah melakukan dropping air bersih di 54 desa terdampak. Kondisi kekeringan sejak bulan Juli lalu itu diperparah dengan sumber air tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat.

“Kami sudah menyalurkan kurang lebih 401 tangki untuk 54 desa, ini yang sudah bisa kami jangkau walaupun belum mencukupi dari semua kebutuhan, ” imbuhnya.

Suprapto menyebut, tangki di BPBD Demak tersisa enam dari 332 tangki yang disediakan. Kemudian bantuan dari dana corporate social responsibility (CSR) yang digunakan sebanyak 82 tangki dan menyisakan 25 tangki.

“Untuk operasional setiap hari lima tangki dan Alhamdulillah setiap harinya kami bisa menyalurkan lima belas tangki,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Dinpertanpangan Demak: Masih Bisa Dijangkau Masyarakat

Meskipun ditetapkan status siaga darurat, ia meminta masyarakat Demak untuk tidak khawatir mengenai situasi tersebut. Karena tidak lama lagi, Waduk Kedungombo akan dibuka kembali.

“InsyaAllah (kekeringan) tidak akan meluas, karena di desa-desa bergantung dengan Kedungombo. Jika itu dibuka bisa mengairi sumber air dan Pamsimas warga,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER