BETANEWS.ID, JEPARA – Beberapa pengunjung tampak melatih otot di tempat gym yang berada di 39 coffee. Mereka hanya dipisahkan oleh sekat kaca dari pengunjung lain yang sedang nongkrong di kafe.
Selain jadi pelepas lelah usai berolahraga, kafe yang berada di Desa/Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara itu juga terlihat dipadati muda-mudi. Tempatnya yang begitu luas dan estetik, tampaknya jadi salah satu penyedot animo orang-orang untuk datang ke tempat tersebut.

Manajer Operasional 39 Coffee Shop, Rico menjelaskan, konsep coffee shop dengan gym merupakan sebuah trobosan di daerahnya, mengingat kebanyakan warga sekitar kurang peduli dengan kesahatan.
Baca juga: Enjang Coffee, Kafe Berkonsep Rumah Joglo yang Jadi Primadona Anak Muda Jepara
“Kebanyakan warga sekitar sini dan bahkan dari semua masyarakat Jepara kurang peduli dengan kesehatan fisik dan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini mencetuskan ide untuk memberikan pengalaman yang sehat untuk para kalangan pecinta kopi,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Khusus untuk kafe, 39 Coffee Shop menyediakan bahan baku menu yang dibuat sendiri sesuai karakter kafe. Bahan-bahan itu seperti milk based di antaran matcha, taro, dan red,velvet. Adapun bahan lainnya yaitu sirop caramel dan hazelnut juga dibikin sendiri dengan resep beda dari pasaran.
“Best seller di sini yaitu kopi susu 39 dan ada cremy mango. Sedangkan kalo makanan ada seblak 39. Pilihan menu itu karena cocok dinikmati dengan bersantai ataupun cocok untuk pendamping saat nongkrong,” beber Rico di kafe yang dirintis pada 25 September 2021 itu.
Baca juga: Kawula Social Space, Satu Lagi Tempat Nongkrong di Jepara yang Asyik Bener Tempatnya
Ia mengatakan, dalam sehari bisa menjual hingga 150 cup. Sedangkan di hari tertentu seperti akhir pekan bisa sampai 250 lebih cup. Hal ini dikarenakan kebanyakan pelanggan suka dengan hiburan seperti akustik yanga da setiap weekend.
“Keinginan kami untuk lebih dikenal di berbagai kota, konsisten dalam berjualan dan menyajikan kopi yang terbaik, selalu memberikan pelayanan yang baik,” pungkasnya.
Penulis: Carel Syah Daniari, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

