31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Komunitas Nelayan Puspita Bahari Kampanyekan Bahaya Krisis Iklim di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Komunitas Nelayan Puspita Bahari menjadi salah satu penggerak isu sosial dan lingkungan di Kabupaten Demak. Permasalahan banjir rob yang menenggelamkan permukiman warga menjadi perhatian khusus mereka saat mengkampanyekan bahya krisis iklim di Kota Wali.

Ketua Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari, Masnuah, mengatakan, kerusakan alam di pesisir Kabupaten Demak diperparah dengan adanya pembangunan industri secara masif, sehingga menyebabkan permukiman warga menjadi korban.

“Krisis iklim ini diperparah dengan proyek pembangunan yang merusak lingkungan, tidak tepat sasaran, dan dilakukan secara terus menerus,” katanya usai menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (17/8/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Warga Timbulsloko Demak Gelar Upacara HUT ke-78 RI di Atas Air Rob

Ia mengatakan, dua di antara wilayah yang sudah melakukan bedol desa karena dampak krisis iklim adalah Dukuh Senik dan Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Keadaan itu juga berbarengan dengan pembangunan reklamasi pelabuhan Tanjung Emas.

“Kalau benar-benar kerusakan itu ingin dicegah, ya pembangunan itu harus dihentikan, dengan dukungan pemerintah dan beberapa pihak, termasuk menghindari pembuatan tambang,” ujarnya.

Saat ini, wilayah yang masih bertahan dengan kondisi rob berada di Dukuh Timbulsloko. Di desa itu terdapat sekitar 180 Kartu Keluarga (KK) atau 400 jiwa.

“Saat saya masuk ke sini itu data ada 557 jiwa dengan 220 KK ada 130 rumah,” sebutnya.

Ia menerangkan, 2020 lalu daratan Dukuh Timbulsloko masih bisa dilalui kendaraan. Kemudian jelang 2021 akses jalan sudah dipenuhi air dan masyarakat mulai membangun jalan dari papan kayu.

Baca juga: 74 Persen Tambak di Demak Terkena Rob, Kerugian Ditaksir Capai Rp14,2 Miliar

“Inisiatif warga membuat jalan panggung dengan papan kayu secara swadaya pada waktu itu,” katanya.

Saat ini, pihaknya melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat pesisir Demak, salah satunya dengan memberikan pembalut kain untuk perempuan terdampak rob.

“Selain memberikan bantuan sembako, kemarin kami memberikan pembalut kain kepada perempuan terdampak rob sekaligus untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER