31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Warga Timbulsloko Demak Gelar Upacara HUT ke-78 RI di Atas Air Rob

BETANEWS.ID, DEMAK – Tepat pukul 8.30 WIB suara dari toa masjid Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terdengar memanggil warga untuk mengikuti upacara 17 Agustus.

Mendengar itu, warga kemudian berbondong-bondong berkumpul di sekitaran tiang bendera yang sudah tertutup air. Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) pun kemudian dilaksanakan di atas air.

Warga Timbulsloko menggelar Upacara HUT ke-78 RI di atas rob. Foto: Sekarwati

Tiga petugas pembawa bendera merah putih dan sebagian warga ikut turun menyeburkan diri ke air. Sedangkan anak-anak dan pemimpin upacara berada di atas jalan berpapan. Begitu juga dengan para ibu-ibu dan pemuda membentangkan bendera merah putih sepanjang 30 meter.

Baca juga: KGPAA Mangkunegara X Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan di Solo untuk Pertama Kalinya

Pada kesempatan itu, pembaca teks proklamasi, Imam (16) turut membacakan naskah bertajuk ‘Mimpi Kami Masyarakat Pesisir Korban Banjir Rob Akibat Pengerusakan Lingkungan’ yang berisi:

Kami warga Timbulsloko, Demak. Kami juga ingin hidup tenang, damai dan sehat.

Segala bentuk, hal-hal dan upaya pengrusakan terhadap tempat hidup kami harus dihentikan. Kami juga berhak untuk hidup baik dan sehat.

Dengan segala kekuatan yang ada, kami menyelamatkan diri, memerdekakan diri kami dari banjir rob dan krisis iklim.

Hal hal mengenai pemulihan lingkungan, penyelamatan kampung-kampung pesisir dari tenggelam, harus dilakukan dengan cara yang adil dan manusiawi”

Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah, 17 Agustus 2023

Atas Nama Masyarakat Timbulsloko.

Membacakan teks proklamasi itu, Imam mengaku ingin menunjukkan keresahan masyarakat Timbulsloko dalam menghadapi krisis iklim. Ia hanya bisa berharap, tempat kelahirannya itu mendapatkan perhatian dan terselamatkan dari bencana banjir rob.

“Kami ingin menunjukkan keresahan masyarakat Timbulsloko. Teks itu menggambarkan situasi yang ada di sini,” katanya, Kamis (17/8/2023).

Baca juga: Upacara 17-an Terakhir Sebagai Gubernur, Ganjar Ucapkan Terima Kasih pada Petani, Nelayan, Buruh, hingga ASN

Lebih dari 180 Kartu Keluarga (KK) dengan 400 jiwa masih bertahan di Dukuh Timbulsloko. Ketua RT 5 RW 7, Sunhaji (67), menyebut, jumlah itu sudah mengalami penurunan dari total semula 220 KK atau 557 jiwa.

“Keadaan seperti ini memaksa masyarakat pindah, tapi tidak semua bisa karena terhalang biaya,” ujarnya.

Ketua Komunitas Perempuan Puspisa Bahari, Masnu’ah, menambahkan, melalui beberapa pendampingan, ia ingin pemerintah kabupaten Demak dan pemerintah provinsi, dapat lebih peduli dengan kondisi warga terdampak rob dan penyelamatan bahaya krisis iklim.

“Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan dengan menghentikan proyek pembangunan yang memperparah kerusakan alam ini,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER