BETANEWS.ID, KUDUS – Pabrik Tahu Mulyo Sari di Desa Kedungdowo RT 3 RW 6, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus berhasil mengubah limbah menjadi biogas. Adanya biogas ini dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.
Pengelola Pabrik Tahu Mulyo Sari, Suripno, mengatakan, pemanfaatan limbah tersebut dimulai sekitar 2013 saat mendapat bantuan material dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH).
“Ide itu dari YouTube, kemudian karena ini bisa bermanfaat, kenapa tidak dilakukan. Kita hanya menyediakan lahan untuk penampungan pengolahan limbah jadi biogasnya,” katanya, saat ditemui di tempat kerjanya, Sabtu (12/8/2023).
Baca juga: Keren! Pria Boyolali Ini Sulap Limbah Tahu jadi Biogas untuk Memasak
Ia menuturkan, kapasitas biogas dari olahan limbah itu bisa dimanfaatkan belasan warga yang ada di sekitar pabrik. Namun, jumlah biogas yang dihasilkan itu justru menurun sejak tiga tahun terakhir, karena jumlah produksi juga semakin berkurang.
“Dulunya bisa untuk satu RT, dengan jumlah 30 rumah. Namun saat ini kapasitasnya hanya bisa 15 rumah. Sebab produksi tahu di sini sudah berkurang,” jelasnya.
Menurut Suripno, untuk memanfaatkan biogas tersebut, warga tak perlu mengeluarkan biaya seperser pun. Hanya saja, untuk biaya perawatan seperti paralon (PVC) saat ada kendala, itu dari warga sendiri.
“Jadi selama pabrik ini masih beroperasi, limbahnya bisa bermanfaat bagi warga sekitar,” beber dia.
Baca juga: Kelompok Peternak Cengkir Gading Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Biogas
Ia menyebut, pabriknya merupakan yang pertama kali melakukan inovasi tersebut. Baru kemudian ada beberapa pabrik di Kudus yang melakukan hal serupa.
Salah satu warga yang memanfaatkan biogas itu, Sri Wahyuni mengaku senang dengan adanya biogas itu. Sebab, keluarganya bisa menghemat pengeluaran untuk membeli elpiji buat masak.
“Selama ini tidak ada keluhan sama sekali sih. Kurang lebih selama lima tahun saat berdirinya rumah ini saya menggunakan biogas ini untuk memasak. Jadi bisa hemat dari pengeluaran beli elpiji,” tuturnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

