BETANEWS.ID, DEMAK – Bencana kekeringan mulai melanda Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Aliran sungai di Dukuh Srekan Kidul yang menjadi sumber mata air masyarakat setempat mengering dan tidak memungkinkan untuk digunakan lagi.
Dengan kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak melakukan dropping air ke Desa Megonten, Selasa (8/8/2023). Suplai air itu nantinya digunakan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Hari ini BPBD Demak mendistribusikan air ke Desa Megonten sejumlah enam tangki untuk kebutuhan masyarakat, karena dampak musim kemarau,” kata Staf Kedaulatan Logistik dan Peralatan, BPBD Demak, Wahyu Murdoko.
Baca juga: Kemarau, BPBD Demak Dropping Air Bersih di 58 Desa
Dropping air dipusatkan di Dukuh Srekan Kidul yang paling terdampak kekeringan. Hal itu dikarenakan terjadi perbaikan di area proyek perairan yang mengakibatkan sungai Desa Megonten menyusut.
“Tadi kita menerjunkan tiga unit tangki untuk tahap pertama dan kita tambah tiga tangki lagi,” imbuhnya.
Ia menerangkan, sebelumnya BPBD Demak sudah mendistribusikan air ke 14 desa di Kabupaten Demak. Sedangkan total dari perkiraan wilayah yang membutuhkan dropping air sebanyak 58 desa.
“Kemarin kami juga menyuplai di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar dan Desa Babat, Kecamatan Kebonagung,” ujarnya.
Baca juga: Hampir Satu Bulan Desa Megonten Demak Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Terdampak
Kepala Desa Megonten, Nursalim, menjelaskan, bantuan dropping air yang ditampung di Pamsimas LKM Margo Mulyo itu dialirkan secara langsung ke rumah-rumah warga. Selain itu juga disalurkan secara langsung ke pondok pesantren.
Menurutnya, terdapat 150 Kartu Keluarga (KK) atau 2.400 warga hidup Desa Megonten yang terdampak kekeringan.
“Dengan masuk Pamsimas ini nanti semua kebutuhan masyarakat bisa ter-cover, karena ini nanti tersalurkan semua. Untuk hari ini pamsimas tidak bayar karena mendapatkan bantuan dari BPBD,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

