Hampir Satu Bulan Desa Megonten Demak Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Terdampak

BETANEWS.ID, DEMAK – Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Demak dilanda kekeringan selama hampir satu bulan. Saat ini, sungai yang dijadikan sumber utama air masyarakat sudah mengering.

Menurut Kepala Desa Megonten, Nursalim, lebih dari dua ribu jiwa masyarakat Megonten menggantungkan hidupnya di sungai Dukuh Srekan. Selang-selang dari sungai dihubungkan ke rumah-rumah warga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Dampaknya banyak, mandi tidak bisa, terkadang kalau pas darurat kita beli air isi ulang,” ungkapnya, Selasa (8/8/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Belum Masuki Kemarau Ekstrem, Sebagian Sumur di Undaan Kudus Sudah Mengering

Nursalim mengatakan, terdapat 150 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 2400 warga tinggal di Desa Megonten. Mereka terbagi di tiga dukuh, yaitu Srekan Kidul, Srekan Lor, dan Gonten.

“Sebenarnya terdampak semua, terutama Dukuh Sriken Kidul ini darurat sekali. Kita sudah menyikapi dengan sibel, tapi hasilnya tidak tahu nanti,” imbuhnya.

Salah satu warga, Robin, menambahkan, terhitung dua tahun ini setiap musim kemarau selalu kehabisan air. Rumah yang terhubung langsung dengan sungai membuatnya kebingungan ketika debit air semakin mengurang.

“Sekitar dua tahunan ini to setiap kemarau, air untuk mandi, masak, dan sehari-hari jadi kering,” katanya.

Baca juga: Duh, 147 Desa di Pati Berpotensi Alami Kekeringan Tahun Ini

Untuk mencukupi kebutuhan air keluarganya, Robin rela mengeluarkan biaya per bulan sebanyak Rp50-80 ribu dari Pamsimas LKM Margo Mulyo. Per harinya keluarganya bisa menghabiskan air sebanyak satu kubik.

“Kalau saya sambungkan saja dengan Pamsimas  bayar per kubiknya Rp1 ribu. Ketika di sana habis ya kami ikut habis,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER