31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Duh, 147 Desa di Pati Berpotensi Alami Kekeringan Tahun Ini

BETANEWS.ID, PATI – Tahun ini, diprediksi akan mengalami musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli, Agustus, dan September 2023.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, M Budi Prasetya, mengatakan, kemarau pada tahun ini juga berbeda dengan tahun lalu, yakni bila tahun lalu adalah kemarau basah, sedangkan pada tahun ini kemarau kering.

Dengan musim kemarau yang lebih panjang dan kering, ia juga menyebut seratusan desa di Kabupaten Pati berpotensi mengalami kekeringan dan membutuhkan dropping air.

-Advertisement-

Baca juga: Dampak El Nino, Beberapa Wilayah di Pati Berpotensi Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada 147 desa yang mengalami kekeringan. Kemudian, dropping air mencapai 1.600 lebih tangki,” ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRD Pati, Senin (19/6/2023).

Ia menyebut, peta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tahun ini masih sama dari tahun lalu, yakni terdapat di beberapa kecamatan, di antaranya Sukolilo, Kayen, Pucakwangi, Winong, Gabus, Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, dan sebagian Pati.

Terkait hal itu, masyarakat diminta untuk lebih siap menghadapi musim kemarau panjang. Kemudian, petani juga diharapkan memperhatikan pola tanam, yaitu menanam tanaman yang lebih tahan panas, seperti palawija.

Baca juga: Jurus Pamungkas, Petani di Pati Andalkan Waduk Gembong Jika Benar-Benar Kekeringan

“Masyarakat secara umum juga diminta untuk lebih berhati-hati dan menjaga hutan dan lahan yang rawan terjadi kebakaran seperti tebu. Masyarakat supaya tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi dapat memicu timbulnya kebakaran,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiapkan tiga mobil tangki untuk dropping air.

“Meskipun hal itu tidak mencukupi, namun dari pengalaman tahun kemarin, banyak sekali atensi dari perbankan, perusahaan, dan masyarakat peduli untuk bantuan dropping air ke 147 desa tersebut,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER