BETANEWS.ID, JEPARA – Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Pasar Kalinyamatan, Kabupaten Jepara belum mencicipi semangkuk Mie Kopyok. Kuliner itu mi dan tauge yang dikopyok di dalam kuah panas kemudian diberi potongan tahu goreng.
Penjual Mi Kopyok, Kustrini (60), bercerita bahwa ciri khas dari makanan tersebut memang harus dikopyok pada saat dimasak. Selain itu, kuah yang digunakan juga tidak diberi campuran tetelan maupun daging sehingga cita rasa dari kuahnya lebih terasa segar dan ringan.

“Kuahnya beda sama kuah bakso. Ini kan jual bakso juga, jadi kalau bikin kuahnya, ya ada dua. Yang kuah mi kopyok itu cuma pake bawang putih yang dihaluskan,” katanya pada Betanews.id, Jumat (4/8/2023).
Baca juga: Mie Ayam Pandu di Langon Jepara Ini Harganya Cuma Rp8 Ribu, Sudah Ramai Sejak 1997
Berlokasi di tepian jalan raya dan masih jarangnya orang yang menjual makanan tersebut, membuat Kustrini mampu menjual hingga 200 porsi dalam sehari. Jumlah tersebut biasanya mampu bertambah di saat memasuki hari libur seperti Jumat sampai Minggu.
Para pembelinya pun beragam, mulai dari anak muda sampai dengan orang yang sudah dewasa. Rata-rata pembelinya dari pengunjung maupun pedagang yang ada di Pasar Kalinyamatan. Meskipun ada juga pembeli yang sengaja mampir untuk sekedar menikmati semangkuk mi kopyok buatan Kustrini.
“Biasane wong jero (pedagang di pasar Kalinyamatan) iku dikon ngeteri, terus wong liwat iku kadang yo do tuku,” katanya.
Cukup dengan membayar Rp9 ribu, pembeli sudah bisa menikmati semangkuk mi kopyok dan satu gelas es teh. Selain itu ada juga gorengan yang dijual dengan harga Rp1 ribu per buah. Selama berjualan kurang lebih 10 tahun, Kustrini buka lapak mulai pukul 9.00-14.00 WIB.
Baca juga: Kalau Ingin Cicipi Sego Menir di Pantai Semat Ini Harus Pagi Banget, Jualan Dua Jam Ludes
Kudsiah (48), salah satu pelanggan setia Mi Kopyok bercerita bahwa saat pergi ke Daerah Kalinyamatan, ia selalu menyempatkan waktu untuk mampir ke warung Mi Kopyok.
“Sudah 10 tahun saya langganan di sini. Selain di sini juga nggak nemu saya di tempat lain. Rasanya juga enak, kuahnya segar,” ujar warga Desa Reguklampitan, Kecamatan Batealit itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

