31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Abrasi Parah, Desa Bedono Demak Justru Miliki Tutupan Vegetasi Mangrove yang Bagus

BETANEWS.ID, DEMAK – Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi wilayah terparah terkena abrasi. Meskipun begitu, tutupan vegetasi mangrove di sana dinilai lebih bagus daripada wilayah mangrove lainnya.

Kabid Perikanan Tangkap dan Kelautan, Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Demak, Sulchan mengatakan, kondisi mangrove di Desa Bedono sebagian masih dalam keadaan bagus.

Baca Juga: Rumput Laut dari Purworejo Demak Sudah Ekspor ke Berbagai Negara

-Advertisement-

“Kondisinya masih ada yang bagus, cuman karena kurang penanganan dan kurang anggaran, sehingga sebagian saja yang masih bagus,” katanya saat ditemui di kantor DKP Demak, Jumat (4/8/2023).

Pada tahun 2020, wilayah yang terkena abrasi di Desa Bedono sebesar 669 hektare. Jumlah ini hampir separuh dari total abrasi di wilayah Kecamatan Sayung sebesar 1.155 hektare, dengan perincian Desa Sriwulan 308 hektare, Timbulsloko 141 hektare, dan Surodadi 37 hektare.

Sulchan menerangkan, luas mangrove di Desa Bedono saat ini seluas 44,1 hektare, dengan tutupan vegetasi yang lebih bagus ketimbang di pesisir Sayung dan Karangtengah.

“Tutupan vegetasi mangrovenya bagus, mungkin 80 persen itu jenisnya campur, Avicennia marina, Avicennia alba, dan Rhizopora mucronata,” terangnya.

Keadaan itu bisa dibuktikan dengan banyaknya mangrove yang tumbuh di dekat pemukiman warga. Terutama jenis mangrove api-api yang hidup secara natural.

Baca Juga: Penjual Bendera Asal Garut Serbu Demak

“Karena di Bedono itu di perkampungan sudah mangrove semua bahkan rumah-rumah kanan kirinya sudah ada jenis api-api dan itu tumbuhnya alami,” jelasnya.

Untuk mencegah adanya abrasi, salah satunya masyarakat dapat menerapkan sistem wamena atau silvofishery, melalui penanaman mangrove yang disandingkan di tambak yang ditebari ikan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER