BETANEWS.ID, DEMAK – Selain menjadi sentra pemasok ikan terbesar di Kabupaten Demak, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang juga memiliki potensi penghasil rumput laut. Pusat pertanian rumput laut itu berada di Dukuh Purworejo. Mayoritas masyarakat memanfaatkan tambak untuk membudidayakan tumbuhan laut.
Salah satunya Riyanto (44) yang sudah mengembangkan rumput laut sejak 2010. Setiap harinya, ia bisa memanen tujuh kuintal rumput laut dalam tambak berukuran 300 meter.

“Keseluruhan tambak sembilan hektare dipanen dapat 8 ton rumput laut kering dalam jangka sembilan hari,” katanya, Kamis (3/8/2023).
Baca juga: Rumput Laut Jadi Penyelamat Petambak Purworejo Demak yang Terdampak Rob
Rumput laut dengan jenis gracilaria, lanjut Riyanto, bermula dari proyek penelitian dari Universitas Diponegoro (Undip) yang mencoba menumbuhkan rumput laut ke wilayah tambak. Hasil eksperimen itu kemudian menjadi rujukan dan ia jalankan hingga sekarang.
“Awalnya uji coba dari Undip rumput laut ditumbuhkan di tambak bisa atau tidak, ternyata bisa meskipun ukurannya kecil,” imbuhnya.
Menurutnya, rumput laut di tempatnya memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi. Bahkan, pihaknya sudah rutin ekspor ke luar negeri. Untuk harga, per kilogram rumput laut kering dijual Rp5.800 sampai dengan Rp6.000. Sedangkan rumput laut basah dijual Rp1.000.
Baca juga: Abrasi Pantai Tambakbulusan, DKP Demak Sebut Kurangnya Konservasi Mangrove
“Untuk produksi kosmetik ini kualitasnya sudah ekspor sampai dari India, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura,” sebutnya.
Menurut Riyanto, yang membuat rumput laut di Purworejo berkualitas ekspor karena air tambaknya yang bersih dari limbah dan bahan kimia. Tidak hanya itu, meskipun dalam keadaan rob sekaligus tidak mempengaruhi pertumbuhan rumput laut.
“Pengaruhnya itu, kalau musim hujan jadi rumput laut agak layu,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

