BETANEWS.ID, DEMAK – Bulan Agustus identik dengan berjajarnya para penjual bendera, tak terkecuali di Demak. Para penjual tersebut berjajar di sepanjang Jalan Sultan Hadiwijaya, Nogorame, Mangunjiwan, Kabupaten Demak.
Terdapat tiga penjual bendera merah putih di jalan tersebut. Sementara itu, di Jalan Sultan Fatah, Bogorame, Bintoro juga terdapat tiga penjual bendera merah putih.
Baca Juga: Warga Purworejo Demak Dapat Bantuan Pembangunan Rumah
Salah satu penjual, Asep (34) mengaku mulai mangkal sejak tanggal 25 Juli lalu.
“Saya sudah berjualan bendera merah putih sejak 2010. Pindah-pindah dari Kudus, Jepara, lalu di Demak. Biasanya mangkal sampai tanggal 15 Agustus,” kata pria asal Garut tersebut, Kamis (3/8/2023).
Ada berbagai macam bentuk bendera merah putih yang ia jual, diantaranya umbul-umbul, persegi panjang, dari ukuran kecil hingga besar.
“Ini harganya tergantung dari ukurannya, yang paling kecil Rp 20 ribu sampai yang paling besar Rp 200 ribu,” imbuhnya.
Hasil yang didapat Asep pun tak mengecewakan, tiap harinya dia bisa mengantongi Rp 500 ribu.
Penjual lainnya yang juga dari Garut, Supriyatna (50) pun ikut memanfaatkan momen Agustusan dengan ikut berjualan bendera merah putih.
“Jualannya satu tahun sekali menyambut hari kemerdekaan, kalau kesehariannya petani cabai dan sayuran,” terangnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Demak Minta Pemkab Lakukan Ini untuk Bantu UMKM
Salah satu pembeli, Doyok yang saat itu memborong bendera merasa terbantu dengan keberadaan penjual bendera pinggir jalan.
“Beli bendera merah putih untuk dipasang di rumah biar meriah. Mau dipasang dua rumah,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

