31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

SMKN 2 Jepara, Tulang Punggung Pendidikan Formal Ukir di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Sungguh ironis, sebagai kabupaten yang dikenal sebagai kota ukir, Jepara ternyata hanya memiliki satu sekolah formal yang menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang ukir. Sekolah tersebut adalah SMKN 2 Jepara, yang punya jurusan Kriya Kayu dan Rotan.

Muhammad Zainuddin Azis, Kepala Sekolah SMKN 2 Jepara mengatakan bahwa sebenarnya permintaan perusahaan yang mencari lulusan di bidang ukir masih sangat tinggi. Namun problem yang terjadi sekarang, minat anak-anak untuk menekuni bidang ukir sangat minim.

Baca Juga: Maxim Resmi Mengaspal di Jepara, Incar Karyawan Pabrik di Mayong

-Advertisement-

“Kalau dari tahun ke tahun, untuk siswanya di jurusan kriya kayu dan rotan ada dua rombel, ada dua kelas. Cuma minat siswa yang mau ke kriya kayu itu hanya 50%, yang setengahnya itu karena diarahkan untuk kesana,” katanya saat ditemui di ruang Kepala Sekolah SMKN 2 Jepara, Senin (31/7/2023).

Padahal menurutnya prospek dari jurusan tersebut sangat tinggi. Terlebih saat ini para tenaga ukir yang bekerja di perusahaan banyak yang sudah lanjut usia. Zainuddin pun menyadari bahwa SMKN 2 Jepara memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga kelestarian ukir di Jepara.

Namun kendala yang saat ini terjadi menurutnya, bukan hanya faktor minimnya sekolah tetapi juga lingkungan yang sudah berubah. Ia bercerita bahwa dulu, anak-anak yang menekuni ukir tidak hanya belajar di sekolah, tetapi saat mereka di rumah juga tetap mempraktikkan mengukir.

“Kalau dulu, anak-anak itu kan belajar di tetangga, di saudaranya. Tapi kalau sekarang proses pelatihan ukir itu tidak sama seperti dulu lagi. Kalau di rumah anak kan tidak belajar mengukir, ya pengaruh gadget yang kian masif sehingga latihannya tidak sama kayak dulu,” tambahnya.

Sehingga untuk tetap mengejar kualitas bagi para murid, Zainuddin mengatakan bahwa sekolah kemudian menambah jam pelatihan mengukir. Selain itu ia juga memberikan saran kepada orang tua yang anaknya masuk di jurusan kriya kayu dan rotan, agar membelikan satu set alat ukir.

Baca Juga: Sekda Jepara Tanggapi Tuntutan Mundur: ‘Bisa Jadi Kegaduhan Politik Jelang 2024’

“Kami di sekolah itu ada alat ukir yang lengkap, tapi kemarin pas rapat kita sarankan kepada orang tua agar anaknya dibelikan satu set alat pahat biar bisa berlatih di rumah. Karena kalau mengandalkan di sekolah nanti kesulitan untuk mencapai kompetensi yang seharusnya dibutuhkan,” ujarnya.

Selain itu ia juga membekali lulusan ukir dari SMKN 2 Jepara untuk melek terhadap penggunaan teknologi minimal mampu mengoperasikan mesin Computer Numerical Control (CNC).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER