SEPUTARKUDUS.COM, JATI KULON – Ratusan kantong darah terlihat tersimpan di lemari pendingin ruang penyimpanan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus. Tampak pada kaca lemari pendingin tertulis nama empat golongan darah A, B, AB dan O. Darah-darah tersebut menurut Humas UUD PMI Kudus, Praptiningsih, tersimpan dalam lemari es dengan suhu dua hingga enam derajat.

Pada tanggal 27 Mei 2017, menurutnya UUD PMI Kudus memiliki stok darah sebanyak 902 kantong darah sehat dan 28 kantong darah yang masih dikarantina. Prapti merinci, dari jumlah 902 kantong darah sehat terdapat golongan darah A 223 kantong, B 310 kantong, AB 76 kantong dan O 293 kantong. Sedangkan untuk darah karantina sejumlah 28 terdapat golongan darah A Sembilan kantong, darah B tujuh kantong, AB satu kantong dan O 11 kantong.
Baca juga: Meski Puasa, Abdul Mukti Donorkan Darah Pertama Kali Demi Anaknya yang Terkena DBD
“Semoga selama puasa hingga Lebarah stoknya cukup. Karena di bulan Ramadan pendonor sepi,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, belum lama ini.
Setiap Ramadan, pihaknya mengaku kesulitan dalam mencari pendonor darah. Hal tersebut diakuinya karena para pendonor darah di Kudus sebagian besar berpuasa. Mereka takut dapat mempengaruhi kesehatan dan mengakibatkan puasa batal. Sepinya stok darah saat bulan Ramadan menurutnya juga tidak hanya terjadi di Kudus saja, melainkan di seluruh Indonesia.
Prapti menceritakan, bulan Ramadan tahun 2015 lalu, stok darah yang dimiliki UUD PMI Kudus tidak mencukupi hingga Lebaran. Menurutnya, dipertengahan bulan puasa stok darah sudah habis. Berbeda dengan bulan Ramadan di tahun 2016, menurutnya stok darah bisa bertahan hingga Lebaran tiba. Dirinya berharap Ramadan tahun 2017, stok darah bisa stabil bertahan hingga Lebaran.
“Kita akan usahakan mencari pendonor. Agar hingga Lebaran tidak kehabisan. Karena darah sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Untuk mengupayakan supaya stok darah selama Ramadan stabil, pihaknya mengaku mengandalkan umat Kristiani untuk mendonorkan darah. Dia mengagendakan akan melakukan donor darah di Rumah Sakit Mardi Rahayu dan mendatangi tujuh gereja yang ada di Kudus. Prapti berharap mendapatkan 150 kantong darah di Rumah Sakit Mardi Rahayu dan juga 150 kantong di tujuh gereja.
“Nanti di Mardi Rahayu tanggal 10 (Juni 2017) dan untuk di gereja tanggal 4, 10 dan 18 Juni (2017),” ungkapnya.
Selain di Rumah Sakit Mardi Rahayu dan tujuh gereja, pihaknya juga akan membuka tempat donor di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada tanggal 10-11 Juni 2017. Nantinya akan ada petugas dari PMI yang membuka stan donor darah dari pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain itu, di kantor UDD PMI Kudus setiap harinya juga membuka pelayanan donor darah hingga pukul 21.00 WIB. Semua hal tersebut dilakukan supaya stok darah di Kudus bisa stabil.
“Kalau buka pelayanan donor di masjid tidak efektif. Tahun lalu saya pernah buka di masjid JHK (Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus), namun sama sekali tidak ada yang mau donor,” tambahnya.
Dia memberitahukan, stok darah 902 kantong yang dimiliki UUD PMI sekarang menurutnya masih aman. Dikatakan tidak aman jika stok darah di angka 400-500 kantong. Dan melimpah jika kantong darah mencapai 1.000 lebih. Menurutnya, saat bulan Ramadan permintaan darah akan meningkat saat menjelang lebaran. Hal tersebut diakuinya karena banyaknya permintaan pasien yang terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Setiap hari selama 24 jam UUD PMI akan buka untuk melayani permintaan darah. Biasanya kalau bulan Ramadan yang paling banyak karena kecelakaan dan melahirkan. Namun ada juga yang operasi,” jelasnya.

