31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Renyahnya Bisnis Krupuk Tengiri Jepara, Bisa Produksi Satu Kwintal Per Hari

BETANEWS.ID, JEPARA – Beberapa orang pekerja tampak berbagi peran. Mulai dari memotong adonan kerupuk, kemudian ditata diatas tampah, untuk selanjutnya dijemur di bawah terik matahari secara langsung. Sedangkan para pekerja lainnya tampak sibuk mengemas kerupuk yang sudah kering dalam plastik ukuran 250 gram.

Sembari ikut memotong kerupuk, Muzdalifah (48), pemilik dari Kerupuk Tengiri Cap Dua Ikan Mbak Mus berbagi cerita bahwa usaha kerupuk miliknya sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.

Baca Juga: Pasar Bagus, Pengusaha Bibit Tanaman Holtikultura Kudus Kuwalahan Penuhi Permintaan

-Advertisement-

“Dulu daerah sini itu mebel, istrinya sambil bantu bikin kerupuk. Terus pas mebelnya ambruk, semua rata pada beralih bikin kerupuk. Ini yang mulai dulu mbah saya, terus ibuk, jadi saya ya generasi ke-3,” katanya pada Betanews.id, saat ditemui dirumahnya, Desa Pengkol Kecamatan/Kabupaten Jepara, Sabtu (29/7/2023).

Kemudian ia melanjutkan bahwa tempat produksi yang ia gunakan sekarang dulunya merupakan gudang mebel. Pada tahun 2000-an, Desa Pengkol kemudian menjadi sentra industri pengolahan kerupuk tengiri.

Beruntungnya, saat itu kebanyakan usaha kerupuk tengiri pengelolanya adalah keluarga. Jadi bagaimanapun juga Muzdalifah ‘kebagian jatah’ mengurus kerupuk tengiri.

Setiap harinya rumah produksi milik Muzdalifah mampu mengolah satu kwintal adonan kerupuk.

“Tergantung musim sebenarnya. Kalau kayak gini sehari bisa sampe satu kwintal. Kalau pas musim gini kan (kemarau) nyetok banyak. Jadi pas hujan full nggak produksi,” katanya.

Di tempat produksi miliknya, semua tahapan pengerjaan masih secara tradisional. Proses pengeringan pun hanya mengandalkan dari panas matahari. Ketika cuaca terik, menurut Muzdalifah dalam kurun waktu 4-5 jam, adonan kerupuk tersebut sudah bisa diangkat dari proses penjemuran.

Berbeda saat mulai memasuki musim penghujan, adonan kerupuk tersebut membutuhkan waktu paling tidak dua hari untuk bisa benar-benar kering. Karena sudah generasi ke-3, pemasaran produk krupuknya menurut Muzdalifah tidak memiliki kendala.

Area depan rumah produksi digunakan untuk memotong serta mengemas kerupuk, semantara di area belakang adalah tempat mengolah adonan kerupuk.

Harga yang ditawarkan pun variatif, mulai dari Rp 52.000 hingga Rp 120.000 per kilogramnya, tergantung dari kualitas krupuk tengiri tersebut.

Baca Juga: Ada Kentalnya, Es Teh Solo Milik Bagus Laku Ratusan Cup Per Hari

Para pembeli biasanya akan datang langsung ke rumahnya untuk mengmbil pesanan. Menurut Muzdalifah, rata-rata pembeli yang membeli kerupuknya untuk dijual kembali atau dijadikan sebagai oleh-oleh.

“Yang beli udah satu Indonesia, kadang dibeli tengkulak terus dijual di pasar, di pasar diecer jualnya,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER