31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Pasar Bagus, Pengusaha Bibit Tanaman Holtikultura Kudus Kuwalahan Penuhi Permintaan

BETANEWS.ID, KUDUS – Salamun adalah pengusaha bibit tanaman holtikultura di Desa Gondangmanis RT 3 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Pasaran yang bagus sempat membuatnya kuwalahan memenuhi pesanan.

Salamun sudah menekuni usaha pembibitan sejak 2018. Hal itu bermula dari keuletannya melakukan pembibitan jambu kristal.

Baca Juga: Konser Dies Natalis ke-43 UMK, Ribuan Penonton ‘Mletre’ Bareng Guyon Waton

-Advertisement-

Keuletannya membuahkan hasil manis, kini ia sedang fokus mengembangkan usaha pembibitan tanaman holtikultura yang dinamai dengan Bibit Mas.

Pria 41 tahun tersebut mengungkapkan, banyaknya permintaan bibit yang datang, salah satu alasannya adalah karena bibit yang dibeli bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan meminimalisir pengeluaran.

“Tanaman pangan bisa mengurangi biaya pengeluaran sehari-hari, terutama untuk ibu rumah tangga. Sebab, saat ini harga cabai maupun kebutuhan dapur lainnya mahal. Istri saya sambat dengan hal itu,” bebernya, Selasa (25/7/2023).

Harga komoditas yang semakin melambung membuat Salamun kebanjiran pesanan bibit tanaman holtikultura yang biasa dikonsumsi maupun untuk bumbu dapur.

Bibit yang dijualnya diantaranya adalah; bibit pepaya California, pepaya Thailand, pepaya Taiwan, tomat, terong ungu, cabai merah, cabai rawit setan, beras merah, dan masih banyak lagi. Selain bibit, pihaknya juga menyediakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan peralatan pembuatan media tanam.

“Untuk harga bibit mulai dari seribuan hingga Rp 5 ribu per bibitnya dengan tinggi 10-15 centimeter. Sedangkan untuk harga tanaman yang siap berbuah mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu,” rincinya di halaman rumah yang saat ini ia manfaatkan untuk usaha pembibitan tanaman.

Meski baru, lanjutnya, usaha pembibitan itu sudah banyak dikenal masyarakat. Menurutnya, pembeli saat ini dari Kudus, Jepara, Pati, Demak, hingga Semarang. Bahkan Salamun mengaku kewalahan melayani permintaan pasar saat hari Sabtu dan Minggu.

“Kebanyakan pembeli dari ibu rumah tangga dan ibu-ibu PKK desa yang saat ini sudah banyak memprogramkan menanam tanaman holtikultura,” ungkapnya.

Baca Juga: 630 Perewang Siap Masak Sego Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus

“Kalau weekend sampai kewalahan, tanaman holtikultura ini baru dikembangkan yang saat ini menjadi sorotan masyarakat. Karena memiliki potensi cepat berbuah dan pangsa pasar tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendapatan sehari-hari dari usaha pembibitan tanaman holtikultura itu, berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu setiap harinya. Ia berharap, semua masyarakat bisa menanam tanaman holtikultura, lantaran manfaatnya bisa langsung dirasakan sendiri. Selain itu menurutnya, tanaman bisa menghijaukan dunia.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER