BETANEWS.ID, KUDUS – Suara Azan Subuh berkumandang di Masjid Menara Kudus. Orang-orang pun bergegas ambil wudlu dan kemudian salat berjamaah. Usai salat para jamaah tampak membuat antrian di jalan depan masjid peninggalan sunan yang bernama asli Ja’far Shodiq tersebut.
Tak berapa lama sepanjang jalan di depan Masjid Menara Kudus penuh sesak dengan orang yang antre. Mereka rela berdesak-desakan demi sebungkus Nasi Jangkrik di Prosesi Buka Luwur Sunan Kudus. Terlihat antrean dipisah antara pria dan perempuan.
Baca Juga: 630 Perewang Siap Masak Sego Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus
Para petugas kepolisian dan TNI tampak berjaga dibantu oleh Bantuan Serba Guna Ansor (Banser) di lorong bagian barat masjid, secara tertib mengambil nasi jangkrik.
Humas Panitia Buka luwur Sunan Kudus, Muhammad Kharis mengatakan, di prosesi Buka Luwur Sunan Kudus tahun 1445 Hijriyah Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3K) menyediakan kurang lebih 33.200 nasi berkat. Sementara yang diwadahi keranjang jumlahnya ada kurang lebih 2 ribuan.
“Nasi berkat yang dibagikan ke masyarakat umum di Menara Kudus itu ada 4.500 bungkus. Pembagianya yang untuk masyarakat umum di Menara Kudus dimulai pada pukul 5:00 WIB,” ujarnya kepada Betanews.id, Jum’at (28/7/2023).
Sementara yang dibagikan melalui pengurus punden dan belik di sembilan kecamatan di Kudus ada kurang lebih 17.400. Sedangkan sisanya diperuntukan bagi para pemberi donatur.
“Para donatur yang sudah menyumbang dan menitipkan hartanya kepada panitia kemudian dibagikan lagi kepada masyarakat,” bebernya.
Baca Juga: Melihat Persiapan Peralatan Masak Nasi Jangkrik untuk Buka Luwur Sunan Kudus
Dia mengatakan, untuk membuat nasi berkat sebanyak 33.200 tersebut menghabiskan beras sebanyak 9,1 ton. Sementara lauknya, ada 17 ekor kerbau dan 69 ekor kambing yang disembelih.
“Semuanya itu merupakan sodakoh dari para warga. Karena memang konsepnya adalah dari masyarakat dikembalikan lagi ke masyarakat,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

