31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Melihat Persiapan Peralatan Masak Nasi Jangkrik untuk Buka Luwur Sunan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu di antara rangkaian prosesi Buka Luwur Sunan Kudus adalah pembagian nasi berkat yakni nasi jangkrik dan Nasi Uyah Asem. Pembagian nasi berkat Buka Luwur Sunan Kudus sendiri akan dibagikan pada Jum’at (28/7/2023).

Humas Panitia Buka luwur Sunan Kudus, Muhammad Kharis mengatakan, saat ini prosesnya masih mempersiapkan segala perabotan yang dibutuhkan untuk memasak nasi berkat. Di antaranya adalah mempersiapkan kompor dan membuat tempat nasi setelah ditanak.

Baca Juga: Pembuatan Luwur Baru Makam Sunan Kudus Butuh Kain 1.500 Meter dan Libatkan 35 Orang

-Advertisement-

“Nanti tetap ada proses pembagian nasi berkat. Saat ini masih proses persiapan segala peralatannya,” ujar Kharis kepada Betanews.id di tempat parkir Menara Kudus, Senin (24/7/2023).

Sama dengan tahun sebelumnya proses memasak nasi berkat Buka Luwur Sunan Kudus akan dilaksanakan di tempat yang biasanya digunakan parkir pengunjung. Menurutnya, memasak nasi berkat Buka Luwur Sunan Kudus memang butuh lokasi yang cukup luas.

“Karena yang dimasak nantinya memang banyak. Bahkan untuk penanak nasinya kami sediakan 20 dandang dan 20 kuali yang nantinya digunakam untuk memasak daging,” rincinya.

Bahkan, kata dia, perewang untuk memasak nasi berkat Buka Luwur Sunan Kudus biasanya mencapai ratusan orang. Tahun lalu yang dilibatkan dalam memasak nasi berkat ada 650 orang.

“Di tahun ini kemungkinan bertambah. Sebab di tahun ini ada penambahan dandang dan penambahan kuali. Sehingga diharapkan jumlah nasi serta daging juga akan lebih banyak,” bebernya.

Dalam prosesi Buka Luwur Sunan Kudus pihak Yayasan Makam dan Masjid Menara Kudus (YM3K) menerima sodakoh dari para masyarakat. Di antaranya, sodakoh kain untuk luwur baru, beras, kecap, aneka bumbu serta kerbau dan kambing.

“Untuk saat ini, kami sudah menerima sodakoh tiga ekor kerbau dan 14 ekor kambing. Kemungkinkan jumlah tersebut akan bertambah, di tahun kemarin jumlah sodakoh kerbau ada 14 ekor,” ungkapnya.

Konsep dari Proses Buka Luwur Sunan Kudus memang sodakoh dari masyarakat. Prinsipnya itu dari masyarakat dan nantinya dikembalikan lagi ke masyarakat.

“Yang terpenting, panitia tidak meminta kepada masyarakat. Melainkan masyarakat datang sendiri untuk bersodakoh, kemudian dari panitia mengolah, memasak dan kita berikan lagi ke masyarakat umum,” jelasnya.

Baca Juga: Anggaran Pilkada Kudus 2024 Disepakati Rp33,7 Miliar

Ketika prosesi Buka Luwur Sunan Kudus, tuturnya, memang banyak masyarakat yang bersodakoh. Tak hanya masyarakat yang beragama Islam, tapi penganut ajaran agama lain juga banyak yang ikut bersodakoh di acara Buka Luwur Sunan Kudus.

“Sodakoh sendiri perbuatan baik dan bermanfaat. Di agama juga sudah jelas, bahwa sodakoh banyak manfaatnya dan bisa untuk tolak balak,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER