BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus setiap tahun menggelar tradisi pembagian nasi jangkrik di Petilasan Sendang Kaliwungu.
Ratusan warga itu sudah menanti pembagian nasi berkah itu satu jam sebelum acara berlangsung. Setelah didoakan oleh tokoh desa, mereka kemduain antre untuk mendapatkan nasi jangkrik.
Tokoh Desa Kaliwungu, Roni (50), menjelaskan, tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun temurun dan menjadi budaya bagi warga sekitar. Ia juga bercerita bahwa sendang tersebut dulunya merupakan tempat petilasan para wali sehingga banyak juga warga yang datang ke tempat tersebut untuk mengharap berkah.
Baca juga: Satu Sura, Puluhan Ribu Pertapa Datang ke Desa Rahtawu Cari Berkah
“Pembagian nasi berkah (nasi jangkrik) ini sudah dilakukan setiap tahunnya untuk menyambut tahun baru Hijriah, di mana sumber air yang ada di sini itu mengalir dari Gunung Muria,” katanya saat ditemui di Sendang Kaliwungu, Kamis (19/7/2023).
Khusus untuk nasi jangkrik atau biasa dikenal warga dengan nasi berkah merupakan nasi yang dibungkus dengan daun jati dan diberi lauk gulai kambing. Nasi itu dibawa oleh warga sekitar untuk dikumpulkan lalu disoakan dan kemudian dibawa pulang kembali. Ada pula yang membawa baskom berisikan beras dan gula yang kemudian ditukar dengan nasi serta gulai kambing.
“Jadi makanannya ini dari warga kembali untuk warga, sumbernya juga dari warga juga,” katanya.
Baca juga: Tradisi Jeguran Saat Malam Satu Sura di Blumbang Pesarean Mbah Mutamakkin Kajen
Sendang tersebut menurutnya juga sering disinggahi oleh Sunan Muria pada masa dahulu untuk melakukan salat ataupun mandi. Sebab, pada masa dahulu menurutnya air yang dikeluarkan dari sendang tersebut cukup besar.
“Kalau setiap tanggal satu sura biasanya ya rutin diadakan pembagian nasi jangkrik sama malamnya itu ada pengajian untuk para warga,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

