31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Es Gempol Pleret 757 di Demak Ini Laris Manis, Ternyata Rahasianya Ini

BETANEWS.ID, DEMAK – Sebuah gerobak bertuliskan Es Gempol Pleret 757 di Jalan Raya Demak-Kudus, Tanubayan, Bintoro, Demak, tampak silih berganti didatangi beberapa orang. Di balik gerobak, seorang pria sedang sibuk melayani pembeli.

Pria bernama Eko Sudarno (38) itu sehari-hari memang selalu mangkal di lokasi itu pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 90 porsi.

Menurut Eko, yang membuat jualannya laris manis lantaran menggunakan angka 757 yang berfilosofi ju-ma-ju. Awalmya, angka itu memang tersebut diharapkan bisa menjadi doa yang membuat usahanya bisa maju. Eko tidak salah memilih angka, terbukti dagangannya selalu laris terjual.

-Advertisement-

Baca juga: Mi Ayam Wajan yang Viral di Demak Ini Sehari Laku Ratusan Porsi

“757 itu saya ambil dari kata ju-ma-ju. Itu sebagai filosofi yang membawa keberuntungan. Menjadi doa agar usaha ini bisa maju,” bebernya, saat ditemui di tempat usahanya, beberapa waktu lalu.

Untuk harga, Eko mematok cukup terjangkau, yaitu Rp6 ribu. Dia merasa sungkan jika menjual dengan harga yang lebih murah atau mahal, dikarenakan kebanyakan pedagang es serupa menjual dengan harga Rp6 ribu.

Sambil melayani pembeli, Eko bercerita tentang asal-asul nama minuman tersebut. Menurutnya, minuman itu diberi nama es gempol pleret karena proses pembuatannya yang digempol dan dipleret.

“Bahan sebagian besar dari tepung beras. Ada beberapa lainnya seperti ketan hitam, santan, dan gula. Dinamakan gempol pleret karena buat adonan berasnya itu digempol dan dipleret,” kata pria kelahiran Semarang itu.

Baca juga: Tak Pernah Sepi, Penjual Es Rumput Laut di Demak Ini Bisa Jual hingga 400 Porsi Sehari

Meski mirip, es gempol pleret berbeda dengan es doger plorot. Perbedaannya ada pada jenis gula yang digunakan.

“Kalau di daerah lain biasanya pakai gula jawa. Ini saya pakai gula pasir yang sudah dihaluskan,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Penulis: Alfian Ahmad Saputra, Mahasiswa Magang UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER