31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Sarang Madu, Jajanan Tradisional yang Sering Nongol saat Ngunduh Mantu atau Sunatan

BETANEWS.ID, JEPARA – Di rumahnya yang berada di Gang Kelenteng, Desa/Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Suminah (73) setiap harinya memproduksi sarang madu. Jajanan tradisional yang biasanya banyak dijumpai saat acara hajatan pernikahan itu jadi jalan rezeki menghidupi keluarganya.

Dibantu oleh satu orang pekerja, Suminah sudah tiga puluh tahun lebih menjadi penjual sarang madu. Ia mendapat keterampilan itu dari orang China di Kawasan Pecinan, Desa Welahan.

Suminah sedang membubuhkan madu di jajanan sarang madu. Foto: Umi Nurfaizah

“Dulu nggak ada belajarnya, lihat aja pas orang China lagi bikin itu saya lihat. Terus saya coba sendiri, kalau bilang cik mau belajar cara bikinnya gitu, ya nggak dibolehin, nanti mikire pasti ditiru. Jadinya malah nggak boleh,” katanya pada Betanews.id saat ditemui di rumahnya, Sabtu (8/7/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Puli Klenyam, Kuliner Demak yang Bikin Kangen Warga Perantauan Saat Pulang Kampung

Dalam proses membuat Sarang Madu, Suminah hanya menggunakan empat bahan yang terdiri dari tepung beras, tepung ketan, santan, dan garam. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur menjadi satu sampai teksturnya agar cair kemudian dimasukkan ke dalam corong dan langsung dicetak di atas minyak panas hingga membentuk seperti sarang.

Hasil dari proses penggorengan tersebut dinamai dengan gasak atau krecek. Gasak itu lalu disimpan menjadi stok sarang madu yang siap untuk digoreng. Saat stok sarang madu yang ia pajang di etalase tokonya mulai habis, barulah ia menggoreng gasak tersebut kemudian diberi tambahan madu yang terbuat dari gula dan perasan jeruk nipis.

“Kalau sini memang madunya warna cokelat soale buate cuma gula dikasih jeruk nipis. Kalau orang-orang kan dikasih pewarna merah. Terus kalau sini gulanya itu di dalem terus ditutup, beda kalau yang lain kan gulanya di atas,” ujarnya.

Baca juga: Jarang Dijual di Pinggir Jalan, Outlet Pastel Ayam di Tumpangkrasak Ini Tak Pernah Sepi Pembeli

Suminah mengatakan bahwa sarang madu buatannya banyak dipesan oleh warga Jepara sendiri. Biasanya paling banyak dipesan pada saat acara hajatan atau ketika momen Hari Raya Idul Fitri.

“Banyak yang beli, karena pelanggannya juga banyak, Jepara, Mayong, Sidi. Kalau udah tahu rumahnya langsung pada ke sini,” katanya.

Satu kotak sarang madu itu ia jual dengan harga Rp40 ribu. Dalam satu kotak tersebut berisi sepuluh bungkus sarang madu, di mana setiap satu bungkusnya berisi dua keping sarang madu. Saat momen hari Raya Idul Fitri Suminah biasanya mampu menjual 100 kotak dalam sebulan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER