BETANEWS.ID, SEMARANG – Mendengar kata jamu, pastinya pikiran tertuju pada ramuan dari dedaunan tertentu atau rempah-rempah yang dijadikan obat tradisional. Biasanya jamu berbentuk minuman seperti sirop dengan tekstur agak kasar. Namun di Semarang, ada pula kuliner mirip bubur yang lazim disebut jamu jun.
Jamu jun dibuat dari tepung beras yang diolah menjadi minuman kental. Jamu jun memiliki cita rasa manis bercampur pedas. Rasa manis jamu jun didapat dari campuran gula aren. Sedangkan rasa pedas didapat dari ramuan rempah-rempah. Dalam penyajiannya, semangkuk jamu jun diberi taburan bubuk merica.

Karena materi rempah-rempahnya, jadilah istilah jamu melekat di nama kuliner Semarangan tersebut. Sementara istilah jun didapat dari nama wadah yang digunakan untuk menampung jamu jun. Wadah tersebut berupa kendil dari gerabah yang berbentuk bulat gembung di badannya dan mengecil di kepalanya.
Baca juga: STMJ Bakar, Minuman dengan Cita Rasa Unik dari Teras’e Jeng Minul
Namun jamu jun sebenarnya merupakan kuliner tradisional ala pesisiran Pantai Utara Jawa dengan penyebutan yang berbeda-beda. Seperti di Demak, jamu jun dikenal dengan nama jamu coro.
Salah satu penjual jamu jun di Kota Semarang adalah Jamu Jun Wijoyo yang ada di jalan Lampersari Raya. Jamu Jun Wijoyo yang berdiri sejak 2008 ini sudah memiliki pelanggan tetap.
Retno, penjual Jamu Jun Wijoyo mengaku seharinya bisa menjual satu jun atau 150 porsi. Seporsi jamu jun dijual dengan harga Rp7.000.
“Ini resepnya warisan dari mbah saya. Dulu mbah saya juga jualan jamu jun kelilingan,” ujar Retno.
Nurul, penggemar jamu jun mengatakan, dirinya yang saat ini berkerja di luar kota, selalu menyempatkan diri untuk membeli jamu jun.
Baca juga: Mie Ayam Lada Hitam Si Jonti, Sensasi Pedasnya Lebih Cetar di Mulut
“Sejak kecil saya suka jamu jun. Ini kan minuman legend, ya. Rasanya manis, tapi ini kan ada mericanya, jadi bikin anget di perut,” ucap Nurul.
Sementara di warung Jamu Jun Wijoyo juga menjual menu es gempol. Minuman menyegarkan khas Semarangan ini dijual dengan harga Rp8.000 per porsi. Sama halnya jamu jun, isian es gempol juga terbuat dari tepung beras. Isian tersebut terdiri dari bulatan putih bernama gempol dan lembaran merah bernama pleret. Bedanya, gempol memiliki rasa netral, sedangkan pleret lebih manis. Gempol dan pleret tersebut disajikan dalam semangkuk santan cair yang diberi gula bubuk.
Terbayang bukan? Setelah menikmati sensasi manis pedasnya jamu jun, ditutup dengan kesegaran es gempol.
Editor: Ahmad Muhlisin

