Pakar Pendidikan Sebut Perubahan Iklim Pengaruhi Konsentrasi Belajar Anak

BETANEWS.ID, DEMAK – Perubahan iklim yang terjadi disebut-sebut dapat mempengaruhi konsentrasi belajar anak. Kondisi itu disebabkan keadaan alam yang tidak menentu, membuat anak tidak fokus dalam memahami materi pembelajaran.

Pakar Pendidikan Universitas PGRI Semarang, Ngasbun Egar menerangkan, sejumlah wilayah Indonesia mulai merasakan dampak perubahan iklim. Seperti yang terjadi di kabupaten Demak, yang sebagian wilayahnya terdampak rob.

Baca Juga: Ribuan Lowongan Pekerjaan Tersedia di Demak Job Fair 2023, Mulai Lulusan SD Sampai Sarjana

-Advertisement-

Beberapa sekolah terpaksa menggunakan ruangan kelas yang tergenang rob, sebagai tempat pembelajaran. Sehinga menyebabkan anak terganggu dalam proses belajar.

“Ketika rob yang selalu datang dan lama menetap tentu ini sangat mengganggu konsentrasi. Maka langkah yang harus dilakukan, pertama dengan melakukan pengurukan peninggian lokasi sekolah secara keseluruhan,” katanya, Jumat (7/7/2023).

Tidak hanya itu, perubahan suhu ekstrem juga mengakibatkan kegelisahan anak. Saat panas, siswa akan mengalami kegerahan dan sibuk mengipas badan, daripada fokus dengan materi yang dipelajari.

“Ketika belajar di kelas yang biasa-biasa saja, saat ada perubahan iklim yang ekstrem, maka di dalam kelas itu terasa tidak nyaman, siswa cenderung gerah dan ini sangat mengganggu. Fokus dalam belajar juga terganggu, banyak anak akan merasa gelisah, adanya kipas-kipas dan sebagainya,” imbuhnya.

Sayangnya, sejumlah sekolah belum memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan iklim. Akan tetapi, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan sekolah untuk melakukan antisipasi tersebut.

“Jangka pendek sekolah-sekolah bisa melakukan penataan sedemikian rupa bagaimana kelas-kelas itu memiliki sirkuliasi udara baik. Kemudian sekolah mulai memikirkan pendingin ruangan,” jelasnya.

Baca Juga: 145 Kursi Kepsek di Demak Kosong, Disdikbud: Banyak yang Purna

Selain itu, muatan materi kelestarian lingkungan juga bisa dimulai diajarkan dalam sekolah. Anak diberikan pengetahuan tentang kesadaran lingkungan dan pentingnya mengolah sampah.

“Dalam kerangka pendidikan kita harus kenalkan kelestarian lingkungan. Sehingga itu bisa menjadi muatan penting di dalam pembelajaran, bukan menjadi mata pembelajaran sendiri, tetapi setiap pembelajaran ada muatan tentang kesadaran pemeliharaan lingkungan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER