Kualitas Keranjang Ayam Buatan Sutarjo Ini Sudah Masyhur di Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sedari pagi, Sutarjo (50) sudah bergelut dengan anyaman kiso (keranjang ayam) pesanan dari pembeli di rumahnya, Desa Kalipucang Kulon RT 5 RW 1, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. DI dekatnya, beberapa keranjang setengah jadi dan jadi tampak berserakan, berikut dengan bahan bakunya.

Sembari tangannya terus menganyam itu, Sutarjo bercerita jika ia sudah belajar menganyam sejak duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu, ia selalu menyempatkan belajar di rumah tetanggannya yang jadi pengrajin keranjang ayam. Bulan demi bulan berlalu, ia akhirnya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan pesanan dan dapat upah.

Sutarjo sedang membuat keranjang ayam di teras rumahnya. Foto: Umi Nurfaizah

Bakatnya itu lantas terus ia asah hinga khirnya kini jadi jalan rezeki dan bisa membuka usaha sendiri. Di tempatnya, Sutarjo bisa membuat keranjang dari bahan bambu, tali packing, sintesis, sampai bahan limbah tali sepatu.

-Advertisement-

Baca juga: Dari Hobi Jadi Ladang Rezeki, Inilah Kisah Fatica Rintis Usaha Buket Faa_Florist

“Anyaman kiso kayak gini yang dari bahan tali packing dulu saya yang mulai terus mulai ditiru sehingga harganya dijual murah, Rp 10 ribu itu harganya. Kalau segitu ya saya rugi. Jadi mending saya jual yang sintesis ini aja, harganya memang agak mahal tapi kan berkualitas. Wong saya bisa bikin yang mahal ngapain bikin yang murah,” katanya pada Betanews.id, Jumat (23/6/2023).

Satu kiso buatannya ia jual dengan harga mulai Rp85-150 ribu. Sutarjo juga melayani pesanan kiso dengan design costum. Kiso tersebut biasanya dipesan oleh komunitas pecinta ayam. Dari satu anggota, akan bercerita ke anggota lain sehingga Kiso buatannya ramai dipesan pembeli.

“Kayak Komunitas Pecinta Ayam Jepara (PAJ) itu kan pesannya hampir dari saya semua, banyak, dari Kudus, Kediri, Papua juga pernah. Satu komunitas ada 100 orang ya nanti pesannya 100,” jelasnya.

Baca juga: Perabotan Dapur di Wood Mood Jepara Ini Sering Bikin Emak-Emak Kalap

Dalam sehari Sutarjo mampu membuat dua anyaman Kiso yang sudah siap jual. Untuk memenuhi permintaan pembeli Sutarjo juga memiliki 30 pengrajin lain yang bekerja sama dengan dirinya.

“Dulu pas agen pengiriman paket belum banyak seperti sekarang kan kalau mau ngirim harus ke Kudus. Kalau sekarang kan mudah, jadi pesanan juga lancar,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER