31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kisah Ida Rintis Bisnis Perabotan Dapur Berbahan Kayu hingga Tembus Pasar Mancanegara

BETANEWS.ID, JEPARA – Empat orang pekerja tambak sibuk membungkus piring kayu yang sudah ditata rapi di atas kardus untuk segera dikirim ke luar negeri. Sementara Ida Mulyani (29) dan suaminya, Kidung Ali Jabbar (30) tampak sibuk melayani pembeli yang datang untuk mengambil pesanan.

Toko Wood Mood yang berada di Jalan Sentra Mulyoharjo, Rt 1/ Rw 5, Kecamatan/Kabupaten Jepara itu memang selalu ramai pesanan setiap hari. Mengingat, berbagai perabotan rumah tangga di tempat tersebut punya kulitas bagus dengan harga bervariatif.

Berbagai perabotan rumah tangga dari kayu di Toko Wood Mood. Foto: Umi Nurfaizah

Di sela melayani Pembeli, Ida berbagi cerita bagaimana awal mula merintis Wood Mood pada akhir 2020 lalu. Ide membuat produk itu ia dapatkan usai berhenti kerja di toko mebel milik kakaknya.

-Advertisement-

Baca juga: Perabotan Dapur di Wood Mood Jepara Ini Sering Bikin Emak-Emak Kalap

“Saya lahir di sentra ini (sentra patung) dan melihat peluang bahwa masih banyak wisatawan asing yang berkunjung tetapi produk oleh-oleh yang langsung dibawa pulang itu kurang. Akhirnya saya berkeinginan untuk membuat kerajinan yang langsung dibawa pulang tapi juga punya nilai fungsionalnya,” ujar Ida saat idtemui, Jumat (9/7/2023).

 Dua tahun merintis usaha tersebut, Ida sudah mampu menjual produknya ke pasar luar negeri, mulai dari Korea, Turki, India, Arab, Belanda, dan yang cukup banyak di Taiwan. Karena semakin banyaknya orderan yang masuk, sang suami yang dulunya bekerja di salah satu perusahaan asing di Jepara akhirnya memutuskan untuk resign di awal 2023.

Ida bercerita bahwa semenjak suaminya resign, kecepatan tokonya dalam memproses orderan yang masuk juga semakin bertambah. Setiap minggunya Ida mampu memproduksi sekitar 100-300 jenis barang di beberapa produk.

Alhamdulillah sejak suami resign memang penjualan jadi cukup signifikan. Karena nggak sendiri kan, ada yang fokus di produksi, manajemen, pemasaran, jadi lebih enak kerjanya,” tutur Ida.

Baca juga: Jika Tak Nekat Resign dari Teknisi ATM, Imam Tak Akan Tahu Betapa Cuannya Jual Pastel Ayam

Dalam menjual produknya, Ida juga selalu mengutamakan kualitas. Ia bercerita bahwa setiap produk yang dijual selalu dikontrol apakah nyaman untuk dipegang, kemudian berat dan ringannya produk juga selalu diperhatikan.

“Kita juga mengutamakan kehalusan produk. Untuk amplasnya juga kita pilih amplas yang terbaik supaya menghasilkan kehalusan produk yang paling bagus. Selain itu kita juga bisa melayani custom kalau mau dijadikan hampers dan lainnya,” katanya.

Harga yang ditawarkan dari produk yang dijual juga bervariatif, mulai dari Rp10 ribu sampai yang paling mahal berupa tumbler kayu dengan harga Rp35 ribu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER