BETANEWS.ID, PATI – Sebagian wilayah di Kabupaten Pati sudah mengalami kekeringan. Bahkan, satu desa di Kecamatan Pucakwangi sudah mengajukan permintaan dropping air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati M Budi Prasetya mengatakan, satu desa yang mengajukan permintaan dropping air tersebut adalah Dukuh Puthuk, Desa Triguno, Pucakwangi.
“Saat ini sudah ada permintaan air bersih yang masuk. Daerah yang membutuhkan air bersih tersebut Dusun Puthuk, Desa Triguno. Rencana akan kami kirim 2 tangki air,” ujarnya.
Baca juga: Duh, 147 Desa di Pati Berpotensi Alami Kekeringan Tahun Ini
Budi menyebut, puncak kekeringan pada tahun ini diprediksi terjadi pada Bulan Juli, Agustus, dan September mendatang.
Kemarau tahun ini, katanya juga diprediksi lebih panjang dibanding tahun lalu. Dengan musim kemarau yang lebih panjang, ia juga menyebut ratusan desa di Kabupaten Pati berpotensi mengalami kekeringan dan membutuhkan dropping air.
Ia menyebut, peta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tahun ini masih sama dari tahun lalu, yakni di beberapa kecamatan, di antaranya di Sukolilo, Kayen, Pucakwangi, Winong, Gabus, Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, dan sebagian Pati.
Terkait hal itu, masyarakat diminta untuk lebih siap menghadapi musim kemarau panjang. Kemudian, petani juga diharapkan memperhatikan pola tanam, yakni menanam tanaman yang lebih tahan panas, seperti palawija.
Baca juga: Jurus Pamungkas, Petani di Pati Andalkan Waduk Gembong Jika Benar-Benar Kekeringan
“Masyarakat secara umum juga diminta untuk lebih berhati-hati dan menjaga hutan dan lahan yang rawan terjadi kebakaran, seperti lahan tebu. Masyarakat supaya tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi dapat memicu timbulnya kebakaran,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiapkan tiga mobil tangki untuk dropping air.
“Meskipun hal itu tidak mencukupi, namun dari pengalaman tahun kemarin, banyak sekali atensi dari perbankan, perusahaan dan masyarakat peduli untuk bantuan dropping air ke 147 desa tersebut,” pungkasnya.
Editor: Ahamd Muhlisin

