BETANEWS.ID, JEPARA – Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atas partisipasinya dalam mendukung kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme di Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kabupaten Jepara.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala BNPT melalui Direktur Radikalisme BNPT, Irfan Idris pada saat menyampaikan sosialisasi “Menumbuhkan Nasionalisme di Tengah Pluralisme” di Pendapa Jepara, Senin (19/6/2023).
“Itu penghargaan yang diberikan kepada semua komponen bangsa tidak hanya Bupati yang sudah bersama-sama mengambil bagian karena ini kejahatan luar biasa, kejahatan kemanusiaan. Karena siapa yang akan menjaga kalau bukan kita,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Jepara Bakal Rancang Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Ia kemudian menjelaskan bahwa keadaan di Jepara saat ini memang aman atau jauh dari tindakan radikalisme maupun terorisme. Namun, ia berpesan bahwa kemunculan kelompok radikal tetap dapat terjadi dalam bentuk apapun, termasuk melalui media sosial.
Menurutnya, warga yang baru mengenal dunia maya sangat rentan untuk terpapar ajaran radikal. Sehingga, ia berpesan kepada masyarakat agar dapat membentengi diri, tidak mudah terprovokasi, serta selalu waspada terhadap hal-hal yang mengarah pada tindakan radikal.
“Salah satu upayanya dengan menanamkan nilai-nilai luhur kearifan lokal. Karena kita tidak bisa lari dari kenyataan. Tapi jangan terbawa oleh arus,” ujarnya.
Baca juga: Dinilai Sukses Jalankan Program Pencegahan Terorisme, FKPT Kalsel Belajar Langsung ke Jepara
Upaya untuk tetap waspada tersebut juga turut disampaikan oleh Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta. Ia menuturkan bahwa meskipun tidak dilalui oleh jalur pantura, Jepara tetap berpotensi untuk terpapar paham radikalisme.
Hal tersebut menurutnya berasal dari faktor pariwisata dan adanya perusahaan milik pemodal asing. Dari dua hal tersebut, Jepara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah Warga Negara Asing (WNA) tertinggi kedua di Jawa Tengah.
“Adanya WNA di Jepara selain berpotensi untuk masuknya budaya asing juga memiliki potensi untuk masuknya paham radikalisme,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

