31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Hartopo Pepet Terus Menteri PUPR Agar Wujudkan Janjinya pada Warga Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Sungai Londo yang melintasi dari Desa Wonosoco, Desa Prawoto Kabupaten Pati, Desa Kutuk hingga ke Sungai Juana mulai dinormalisasi. Normalisasi sungai tersebut diharapkan mampu berdampak positif bagi pertanian di Desa Wonosoco.

Dampak positif normalisasi akan dirasakan 3.479 petani desa paling Selatan Kudus dan sekitarnya. Sementara itu, sekitar 2.181 hektare lahan sawah akan terhindar dari genangan air saat musim penghujan. Mengingat, hingga saat ini masih ada ribuan hektare sawah yang terendam di Desa Wonosoco.

Untuk memastikan normalisasi tersebut berjalan lancar, Bupati Kudus HM Hartopo bersama pejabat pun meninjau langsung ke lokasi, Selasa (13/6/2023). Hartopo mengatakan, bahwa normalisasi ini hasil aspiranya bersama kepala desa setempat.

-Advertisement-

Baca juga: Tinjau Proyek Normalisasi Kali Londo, Hartopo: ‘Ini Upaya Terbaik Untuk Atasi Banjir di Kudus’

“Sementara normalisasinya menggunakan anggaran rutin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Normalisasi direncanakan akan selesai selama dua pekan,” ujar Hartopo kepada Betanews.id di Lapangan Desa Golantepus, Selasa (13/6/2023).

Sebetulnya, kata Hartopo, tahun ini Sungai Londo yang diusulkan untuk dinormalisasi sepanjang tiga kilometer. Namun, yang direalisasi hanya sepanjang 1,5 kilometer.

“Tapi tidak apa-apa. Yang penting untuk daerah sekitar aman dulu, terutama area persawahan agar bisa ditanami oleh para petani,” bebernya.

Hartopo mengaku selalu mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) maupun dengan Kementerian PUPR, agar normalisasi sungai lanjutanya bisa segera direalisasi.

Baca juga: DPRD Kudus Desak Pemkab Tagih Janji Menteri PUPR Bangun Embung di Kirig

“Selain itu agar janji Menteri PUPR yang akan memberikan bantuan pompa polder dan normalisasi Sungai Wulan juga agar terus kita ingatkan agar bisa terealisasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selain normalisasi sungai, keberadaan embung di beberapa wilayah di Kudus juga sangat penting. Sebab, embung itu selain bisa mengatasi banjir ketika musim penghujan juga bisa sebagai irigasi ketika musim kemarau.

“Kudus ini juga sebenarnya butuh waduk. Karena waduk Logung ternyata tak bisa memback-up irigasi semua lahan di musim kemarau, karena volumenya berkurang. Harapan kami, semua bisa terealisasi dengan baik. Memang bertahap dan perlu komunikasi intens dengan provinsi dan Kementerian PUPR,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER