BETANEWS.ID, KUDUS – Azka Alminan (29) pagi itu terlihat sedang memberikan pakan rumput kepada beberapa sapi di kandangnya yang berada di Desa Getas Pejaten RT 7 RW 1, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Sehari-hari, Azka memang lebih mduah ditemui di tempat tersebut, apalagi jika mendekati Hari Raya Iduladha seperti saat ini.
Bagi Azka, peternakan itu merupakan kisah suksesnya merintis peternakan yang pernah rugi hingga Rp50 juta saat awal usaha. Menurutnya, kerugian itu ia tanggung lantaran sapinya pada mati. Meski begitu, hal tersebut tidak membuat Azka patah arang dan tetap melanjutkan usaha turunan orang tuanya itu.
“Peternak sapi tetap ada suka dan dukanya. Kalau sukanya itu bisa mendapat untung dari penjualan sapi. Kalau dukanya dulu pernah rugi sampai Rp50 juta. Tahun kemarin saat ada penyakit PMK juga merugi sampai Rp20 juta. Tapi hal itu saya jadikan pelajaran supaya nantinya bisa diterapkan saat mengalami kendala,” kata Azka kapada Betanews.id, Senin (5/6/2023).
Baca juga: Peternak Sapi Kurban di Kudus Ini Jadi Langganan Warga Jakarta dan Daerah Lain
Ia menceritakan, dirinya mulai terjun bisnis peternakan dan penjualan sapi setelah lulus dari sekolah SMA yang saat itu masih berusia sekitar 18-19 tahun.
“Kenapa memilih sapi, karena untuk perputaran uangnya lebih bagus. Sapi juga tidak mengandalkan momen lebaran saja. Artinya setiap hari daging sapi selalu laku di pasaran. Sebab, seperti pedagang bakso dan lainnya itu lebih banyak yang membutuhkan daging sapi ketimbang daging lainnya,” ujarnya.
Dengan ketekunannya, Azka kini mulai bisa menikmati hasil dari ternak dan jual sapi. Menurutnya, sejauh ini ia bisa membeli satu bidang tanah.
Baca juga: Harga Sapi Kurban Meroket, Peternak: ‘Semoga Jadi Ganti Rugi Kemarin Kena PMK’
“Ya hasilnya lumayan lah mas. Sudah membeli tanah sendiri dari hasil ternak sapi. Untuk perawatan sapi juga tidak terlalu sulit dibandingkan dengan hewan lainnya,” tutur pria yang sudah menggeluti ternak sapi selama kurang lebih 10 tahun ini.
Ia menyampaikan, pada momen menjelang Hari Raya Idul Adha ini, pihaknya mengaku sudah ada peningkatan penjualan hingga 70 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Persentase tersebut dilihat dari jumlah sapi yang sudah dikirim ke beberapa daerah, termasuk ke Jakarta.
“Saat ini sudah kirim sapi sebanyak empat kali ke Jakarta dan delapan ekor sapi sudah terkirim ke Jepara, Demak, dan Semarang. Satu kali pengiriman ke Jakarta itu satu truk bisa memuat 12 ekor sapi. Jadi total sejauh ini sudah ada 50 ekor lebih sapi laku dipasaran,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

