BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo blak-blakan menyebut warganya banyak yang mengaku tak mampu ketika ada sensus. Pernyataan ini ia lontarkan saat membuka sosialiasi Sensus Pertanian 2023 di Hotel @Hom Hotel, Rabu (7/6/2023).
“Biasanya kalau ada pendataan seperti sensus ini, wong do ngaku gak sugih. Wong do ngaku ora nduwe, karena takut sama pajak,” ungkap Hartopo.
Padahal, lanjut dia, sensus itu penting untuk mengetahui data riil di lapangan. Sama seperti Sensus pertanian ini yang bisa mendapatkan data pertanian di Kudus yang akurat.
Baca juga: BPS Pati Terjunkan 1.173 Petugas Lapangan pada Sensus Pertanian 2023
“Nah ini bagaimana cara BPS bisa memberikan pemahaman kepada para petani agar bisa memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas sensus,” tegasnya.
Ia pun mengimbau kepada warga Kudus agar jangan sampai takut memberikan data yang sebenarnya, karena takut pajak. Sebab, data yang diberikan akan dilindungi oleh Undang-Undang nomor 16 tahun 1997.
“Data yang didapat ini akan bermanfaat untuk Pemkab Kudus. Oleh karenanya data yang diberikan petani harus akurat. Agar kebijakan yang diambli pemerintah juga tepat,” jelasnya.
Hartopo juga menyayangkan Badan Pertanahan Nasional yang tak diundang dalam acara tersebut. Padahal, BPN lah yang memiliki data akurat terkait lahan.
“Harusnya BPN, camat, kepala desa juga diundang. Sebab, mereka yang tahu data dan lahan di lapangan,” bebernya.
Baca juga: Petugas Sensus Pertanian di Jepara Terkendala Penguasaan Wilayah
Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa, menjelaskan, sensus tahun ini merupakan sensus pertanian ke-7 yang diselenggarakan 10 tahun sekali. Dalam agenda ini, pihaknya menerjunkan 455 petugas.
“Sementara subsektor yang disensus ada tujuh, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan, dan jasa pertanian,” ujarnya.
Rahmadi meminta petani memberi jawaban valid. Pasalnya, selain sebagai pertimbangan pemerintah, hasil sensus pertanian salah satunya untuk targenting distribusi pupuk bersubsidi.
“Petani harus memberi jawaban jujur dan benar. Sebab, hasil sensus akan kembali ke petani,” pesannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

