BETANEWS.ID, PATI – Perempuan itu terlihat sedang mengiris tempe dengan ukuran tipis. Setelah irisan tempe itu sudah terkumpul banyak, kemudian beberapa irisan itu dicelupkan ke dalam toples yang berisi air yang telah dibumbui.
Selanjutnya, irisan tempe itu dimasukkan ke dalam wajan ukuran sedang yang telah diberi minyak goreng dalam kondisi panas. Menggunakan kompor dengan pengapian kecil, irisan tempe itu dibiarkan beberapa hingga cukup garing.
Menurut perempuan bernama Restutik tersebut, setelah agak garing, irisan tempe itu kemudian diangkat. Setelah didiamkan beberapa saat, selanjutnya tempe tersebut digoreng lagi.
Baca juga: Cuma Jualan Mi Lidi tapi Pelanggannya Sampai Jepang dan Singapura, Apa Istimewanya?
“Untuk proses penggorengannya dua kali. Agar keripik tempe ini hasilnya bener-bener kriuk dan tidak alot, ” ujar pemilik usaha keripik tempe dengan brand Keripik Tempe Alyya tersebut.
Ia menyebut, Keripik Tempe Alyya ternyata peminatnya bukan hanya dari lokal saja, tetapi sudah sampai mancanegara.
“Kalau Keripik Tempe Alyya ini sudah sampai Singapura, Hongkong, Malaysia. Bahkan yang terakhir itu sudah sampai Amerika, meskipun masih dalam skala kecil,” imbuhnya.
Ia mengatakan, keripik tempe yang diproduksi di Desa Kayen RT 3 RW 2, Kecamatan Kayen, Pati itu, menggunakan kedelai lokal yang ada di wilayah tersebut.
Baca juga: Basreng Nutribuga Punya Cita Rasa Seafood yang Kuat, Pantas Saja Digilai Banyak Orang
Dengan menggunakan bahan kedelai lokal, menurutnya juga mengurangi kedelai monotarium glutamat (MSG). Sehingga keripik tempe buatannya lebih sehat dan higienis.
“Dengan mengunakan kedelai lokal, tentu dampak lain juga dapat mengangkat nilai jual kedelai lokal, khususnya yang berada di Kayen,” ungkapnya.
Sedangkan untuk harga keripik tempe buatannya, mulai dari kemasa kecil dengan Rp 1.000 hingga kemasan besar Rp 70 ribu. Bahkan ia juga menyediakan kemasan yang lebih besar lagi, sesuai dengan permintaan pasar.
Editor: Ahmad Muhlisin

