Ribuan anak mengenakan kain putih tampak berkumpul di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/6/2023) pagi. Sementara, replika Ka’bah juga telah tampak diletakkan di tengah pusat kota itu. Tak berapa lama, anak-anak tersebut diajak menyanyikan lagu “Ayo ke Mekkah” oleh Mawar Hartopo, istri Bupati Kudus, Hartopo.
Anak-anak tersebut tengah mengikuti kegiatan peragaan manasik haji. Mereka adalah siswa dan siswi Raudhatul Athfal (RA) dari taman pendidikan seluruh Kabupaten Kudus. RA adalah taman pendidikan setingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Acara dibuka oleh Mawar Hartopo. Kedatangan Mawar dalam acara itu, sebagai Bunda PAUD.
Anak-anak yang mengikuti peragaanmanasik tersebut tampak ceria. Mereka tampak senang mengikuti seluruh rangkaian rukun haji mengikuti para guru pendamping. Tidak hanya peragaan tawaf, anak-anak juga mengikuti peragaan rangkaian rukun haji yang lain.
Baca juga: Cerita Pilu Kaslan, Jual Sawah Demi Pergi Haji Bareng Istri, tapi Tahun Ini Terpaksa Pergi Sendiri
Dalam kesempatan itu, Mawar mengaku sangat kagum dengan antusias anak-anak di Kudus mengikuti peragaan manasik. Mereka terlihat senang dan datangnya juga tepat waktu.
“Saya doakan semoga anak-anak yang ikut peragaan manasik ini, nanti bisa menginjakkan kaki di Baitullah,” ujar perempuan yang akrab disapa Mawar kepada Betanews.id usai membuka acara tersebut, Sabtu (3/6/2023).
Peragaan manasik haji tersebut, menurut Mawar sangat bagus untuk anak-anak. Selain memberi hiburan bagi anak, juga bisa untuk edukasi menjalankan Rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji.
“Kegiatan ini bagus. Persiapan sejak dini itu harus. Kita kan gak tahu, siapa tahu anak-anak ini kelak diberi rezeki berlimpah dan bisa ibadah haji ke Mekkah, insyallah,” imbuhnya.
Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Ikatan Guru Raudlotul Athfal (IGRA) Kudus sekaligus pihak penyelenggara, Amalina Chusni mengatakan, kegiatan ini adalah peragaan manasik haji siswa RA se-Kabupaten Kudus. Tujuan peragaan manasik haji tersebut, untuk memperkenalkan pada anak tentang tata cara ibadah haji yang merupakan Rukun Islam kelima.
“Biasanya kegiatan ini untuk memperingati hari lahir IGRA. Namun, untuk tahun ini kami gelar bersama dengan momen keberangkatan haji,” ujarnya kepada Betanews.id.
Dia mengungkapkan, peserta pelatihan manasik haji ini diikuti 5 ribu siswa-siswi kelas B RA di Kabupaten Kudus. Sementara RA yang dilibatkan ada 120 lembaga yang tersebar di sembilan kecamatan.
“Kegiatan latihan manasik haji untuk siswa RA ini rutin setiap dua tahun sekali se-Kabupaten Kudus. Serta dua tahun sekali di tingkat kecamatan yang pelaksanaan tahunnya dibikin selang-seling dengan yang di kabupaten. Sehingga pelatihan manasik tetap satu tahun sekali,” bebernya.
Baca juga: 70 Persen Jemaah Calon Haji Demak Tahun Ini Adalah Lansia
Sementara itu Kepala Kemenag Kudus, Suhadi mengatakan, ibadah haji perlu dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Karena menurutnya, banyak nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji yang bisa diketahui anak-anak melalui peragaan manasik.
“Anak itu kan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kemudian anak itu punya sifat meniru yang tinggi. Jadi kegiatan peragaan manasik haji ini bagus, harapanya akan tumbuh keinginan di dalam diri anak-anak untuk melaksanaan haji di masa mendatang,” tuturnya.
Editor: Suwoko

