BETANEWS.ID, PATI – 128 Jemaah calon haji asal Kabupaten Pati gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena berbagai sebab. Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Abdul Hamid mengatakan, selain tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas yang ditentukan, beberapa di antaranya juga tidak jadi berangkat lantaran meninggal dunia.
“Rinciannya, meninggal sebanyak 35 orang, sakit sebanyak 35 orang, 4 dinyatakan mafqud (tidak diketahui lagi tempat tinggalnya), 15 calhaj menunggu mahram, masih studi 6, dan 33 calhaj di antaranya memang mundur,” ujarnya, Senin (29/5/2023).
Dengan kondisi seperti itu, kuota seratusan lebih calon haji yang gagal berangkat itu, kemudian digantikan oleh calon haji cadangan.
Baca juga: Masa Tunggu Keberangkatan Haji di Kabupaten Pati 31 Tahun
Ia menyebut, untuk tahun ini, jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci sebanyak 1.451 orang. Jumlah tersebut, terbagi dalam lima kloter, yakni 78, 79, 80, 81, dan 82.
Semula, untuk jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 78 dengan jumlah 135 orang, akan berangkat pada 15 Juni mendatang. Namun, karena ada perubahan dari pihak penerbangan, kemudian digeser ke tanggal 16 Juni.
Baca juga: Jemaah Calon Haji Asal Pati Tertua 92 Tahun, Termuda 18 Tahun
“Semula jadwal berangkat pertama itu pada tanggal 15 Juni. Kemudian dilanjutkan kloter berikutnya pada 16 dan 17 Juni. Namun, karena ada revisi, untuk jadwal keberangkatan jadinya pada tanggal 16 dan 17 Juni. Mereka akan akan diberangkatkan melalui embarkasi SOC Surakarta,” ujar Abdul Hamid.
Ia menyebut, jumlah jemaah calon haji yang berangkat tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding Tahun 2022 lalu. Untuk tahun ini, jumlahnya 1.451 jemaah, sedangkan tahun lalu sebanyak 671 jemaah.
Editor: Ahmad Muhlisin

