Warga Berugenjang Tumplek-blek Saksikan Pertunjukan Ketoprak Apitan

Suara gamelan bertalu-talu di Balai Desa Berugenjang, ujung selatan Kabupaten Kudus, Selasa (24/5/2023) malam. Tak berapa lama, warga desa tampak berbondong-bondong datang dan memadati hampir seluruh area balai desa. Bunyi gamelan itu sebagai tanda, bahwa pertunjukan kesenian ketoprak akan segera dimulai.

Tahun ini, Pemerintah Desa Berugenjang menyelenggarakan sedekah bumi lebih awal dari tahun sebelumnya. Masyarakat Kudus juga lazim menyebut acara sedekah bumi sebagai tradisi Apitan. Tahun ini, pemerintah desa setempat mengundang grup kesenian ketoprak dari Pati yang cukup terkenal, Wahyu Manggolo, untuk menghibur warganya.

Setelah menunggu cukup lama, warga teleh memadati halaman balai desa, kemudian melihat geber panggung mulai terbuka dengan iringan suara keprak dan gamelan. Para penari Gambyong kemudian muncul dan beraksi. Tari Gambyong adalah tari pembuka dalam pertunjukan kesenian ketoprak, sebelum adegan perang, dagelan, dan lainnya.

-Advertisement-

Baca juga: Didik Candra, Pemain Top Ketoprak Pati yang Warisi Bakat Seni dari Sang Ayah (4)

Pertunjukan kesenian ketoprak biasa digelar di banyak desa di Kudus dan Pati, sebagai hiburan dalam tradisi sedekah bumi. Sebelum digelar hiburan, biasanya warga melaksanakan pagelaran wayang kulit dan doa bersama. Apitan merupakan tradisi dari leluhur, digelar sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang diberikan yang Maha Kuasa.

Kepada Betanews.id, Kepala Desa Berugenjang, Kiswo mengungkapkan, tahun ini pihaknya menggelar Apitan lebih awal untuk menyesuaikan jadwal ketoprak Wahyu Manggolo. Maklum saja, grup ketoprak ini menurutnya yang termahal dan terlaris di Pati. Sehingga tak mengherankan, jika warganya tumplek-blek datang untuk menonton.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER