Warga Berugenjang Tumplek-blek Saksikan Pertunjukan Ketoprak Apitan

Dia menambahkan, kegiatan sedekah bumi di Berugenjang tidak memungut iuran warga. Warga hanya dibebani membawa makanan untuk dimakan bersama-sama usai proses doa bersama saat sedekah bumi.

“Semua anggaran dari APBDes, melalui sumber dana pendapatan asli Desa. Masyarakat hanya berpartisipasi saat doa bersama membawa jajan pasar, dan itu untuk warga sendiri,” tambahnya.

Ditemui terpisah, salah satu pemain Wahyu Manggolo yakni Prasetyo mengaku, untuk bulan Rabiul Awal ini tidak ada jadwal kosong atau sudah penuh. Menurutnya, nama Wahyu Manggolo merupakan ketoprak termahal dan terlaris di Pati.

-Advertisement-

“Untuk jadwal manggung sudah penuh. Dan biasanya kalau masyarakat order di Wahyu Manggolo ini harus satu tahun sebelumnya, supaya bisa mendapatkan hari yang diinginkan,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER