BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa pengendara tampak menuntun sepeda motornya yang mogok setelah menerjang rob di Jalan pantura KM 10 Sayung, Demak, Rabu (17/5/2023). Ketinggian rob yang berkisar antara 5-20 centimeter itu memang cukup tinggi untuk ukuran banjir di jalan raya. Tak hanya itu, rob tersebut juga menyebabkan jalan tersebut macet sepanjang 1 kilometer di dua arah.
Salah satu pengendara asal Undaan Kudus, Jupriyanto, mengatakan, sepeda motornya mogok ketika melintasi genangan rob. Ia dan temannya bahkan sempat mendorong sepeda motornya ke tepian jalan.

“Tadi businya kena air, karena sebelah kiri kan agak dalam. Sempat dorong tapi sebentar,” katanya pada betanews.id, Rabu (17/5/2023).
Baca juga: Sering Kena Rob, SDN Purwosari 2 Sayung Terancam Tak Punya Murid
Bekerja di kota Semarang membuat Jupriyanto terpaksa melintasi jalan pantura Sayung Demak setiap harinya. Meskipun keadaan rob tinggi dan membuat kendaraannya mogok, ia hanya bisa menerjangnya.
“Setiap hari saya lewat sini kerjanya di Semarang,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Desa Purwosari, Rihza Ahmad, menerangkan, setiap sore rob di Jalan Pantura mengalami kenaikan. Sedangkan saat malam hari, air lambat laun surut kembali.
“Sejak hari Kamis lalu robnya itu sudah tinggi, masuk pantura dan rumah warga. Rata-rata sore pukul 15.00-21.00 WIB, durasinya enam jam,” terangnya.
Baca juga: Atasi Rob, Ganjar Minta Pemkab dan DPRD Demak Komitmen Sukseskan Proyek Tanggul Laut
Tidak hanya itu, menurut Rihza, titik tertinggi rob berada di depan PT Varia Usaha Beton, atau jalur Demak Semarang. Sehingga mengakibatkan kendaraan mogok karena terpaksa menerjang rob.
“Lokasi yang paling dalam setahu saya itu di sini. Kalau ketinggian tergantung jadwal rob bisa sampai 1-1,5 meter,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

