BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir rob yang terus melanda Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menyebabkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwosari 2 terancam kehilangan siswa. Sekolah tersebut jadi salah satu bangunan yang kondisinya rusak parah setelah bertahun-tahun diterjang air kiriman dari laut.
Bangunan sekolah itu memang sudah rusak di sana-sini. Bahkan, beberapa ruang kelas dan kantor terpaksa diubah dengan model panggung untuk menghindari naiknya air.
“Mulai ada rob sedikit-sedikit itu tahun 2016, tahun 2017-2018 tinggi terus. Sedangkan penyesuaian bangunan panggung itu tahun 2019,” kata Kepala SDN Purwosari 2, Nur Hidayati, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Atasi Rob, Ganjar Minta Pemkab dan DPRD Demak Komitmen Sukseskan Proyek Tanggul Laut
Dampak naiknya rob di wilayah Sayung, mulai dirasakan sekolah setiap tahunnya. Nur menambahkan, hampir seluruh bangunan sekolah rusak dan terkikis air rob.
“Hampir semuanya kena dampaknya. Perpusatakaan rusak sudah ada pengepusan, untuk jamban juga sudah pengepusan. Kalau tiga kelas sudah diganti dan yang tiga belum,” imbuhnya.
Akibat dari kerusakan bangunan yang menimpa kelas 4, 5, dan 6, Nur terpaksa membuat jadwal mengajar dengan jam bergilir. Untuk pukul 7.00-10.00 WIB diisi oleh siswa kelas 1-3 dan pukul 10.00-14.00 WIB diisi siswa kelas 4-6.
Baca juga: Pemkab Demak Siapkan Anggaran di Tahun 2023 untuk Penanganan Rob di Bonang
“Karena tiga kelas masih rusak dan khawatir nanti menimpa siswa, jadi kelasnya dijadwal gantian secara shift,” terangnya.
Tidak hanya itu, Nur mengaku tempat mengajar yang terbatas dan akses jalan yang tergenang air membuat minat pendaftaran siswa ke SDN Purwosari 2 menurun. Dua tahun lalu, pihaknya bisa meluluskan 25 siswa, sedangkan tahun ini sekolah hanya bisa meluluskan 7 siswa.
“Peminatnya terus menurun, takutnya ya karena keselamatan. Kami sudah berusaha untuk memperbaiki aset jalan, gedung. Kita juga meminta bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

