Riuh suara tepuk tangan dan sorakan mahasiswa menggema di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Selasa (9/5/2023).
Tepuk tangan itu menggema usai perwakilan wisudawan, Annisya’ Qona’ah, memberikan sambutan. Di acara yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube FKIP UMK Official, Annisya’ juga menyelipkan sebuah puisi dalam sambutannya. Puisi itu ditujukan untuk Siti Masfuah, dosen sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD, yang belum lama ini dipecat.
Melalui puisianya itu, wisudawan dari Prodi PGSD itu mengajak para mahasiswa untuk mulai menyuarakan keresahan atas dipecatnya dosen mereka. Dalam puisi itu, ia juga menyebut, Siti Masfuah, dipatahkan cita dan asanya.
Baca juga: Hingga Kini Yayasan UMK Masih Bungkam Terkait Pemecatan Siti Masfuah
Siti Masfuah yang sebelumnya menjadi dosen di PGSD UMK itu dipecat pihak Yayasan UMK, hanya karena melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pemecatan ini dinilai tidak sah, dan Yayasan UMK dituntut untuk mengembalikan status Masfuah sebagai pegawai tetap di UMK kembali.
Atas pemecatan dirinya sebagai pegawai tetap di UMK, Masfuah mendapat banyak dukungan dari mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi PGSD. Dukungan itu tampak jelas tertulis di kolom komentar video yang disiarkan langsung, saat Annisya’ membaca puisi.
Sejumlah orang yang komentar di antaranya, akun atas nama Verra Fitriana, yang berharap dosen mereka segera kembali ke UMK. “Semoga ibu PGSD kami, Ibu Siti Masfuah segera kembali”, tulis Verra.
Sementara itu, akun Silfa Salsabila Naiha menulis, “Semoga Ibu Masfuah segera mendapat keadilan dan bisa kembali di PGSD UMK”.
Baca juga: Inilah Alasan Annisya Berani Baca Puisi untuk Masfuah di Acara Pelepasan Wisudawan
Komentar lainnya, akun Silvina Yuliyanti menulis, “Kembalikan Ibu Siti Masfuah ibu kami”. Ada pula dukungan lain dari akun Zaky Nafi, yang meminta intimidasi kepada dosen dan mahasiswa dihentikan. “Stop intimidasi kepada dosen dan mahasiswa”.
Berikut puisi yang dibacakan Annisya’ Qona’ah:
Kita harus mulai bicara,
menyeruakan prahara di kampus kita, UMK.
Ibuku, siti Masfuah, dipatahkan cita dan asanya.
Kepatahan yang masih berbalut kian tebal penuh tanda Tanya.
Ada apa dan mengapa?
Sementara ibuku adalah perempuan kuat yang memperjuangkan kami, mahasiswanya dan almamaternya.
Semua orang tahu, rumah tanpa ibu akan terasa kacau.
Ibuku harus segera pulang, kami rindu dan perlu ibu.
Editor: Suwoko


Gunakan prosedur yg jlas agar gak menuai protes
Sdh ciri khas pimpinan sekarang klo ada yg berprestasi atau yg menonjol pasti dicekal
Ko knapa yahhh ada saja yang seperti itu…..truss terang saja kami juga korban yg seperti itu hati bergejolak ingin berteriak menyeruakan ini kedholimann kemana aq mencari keadilan yg berpihak pada kebenaran hakiki sementara aparat hukum kami sudah sangat ragu, yg ada hanya markus markus markus kami hanya rakyat kecil slalu di perlakukan kya gitu di mana peran negara ini tuk melindungi rakyatnya ……trutama wong cilik dengerin dan jangan cuma dengerin kami berharap ada malaikat datang pada kami untuk memberikan hak2 kami yg tertindass ini……..
Ikut prihatin atas pemecatan ibu Siti Masfuah, Seberapa besar dosa dan kesalahannya ? Sampai pihak UMK memecatnya ? Sangat sedih pasti, betapa dia sudah mengabdikan ilmunya sekian lama sebelum menjadi dosen tetap. Dia akan frustasi, menanggung malu dan beban fikiran seumur hidupnya. Semoga ibu Siti Masfuah segera mendapat kesempatan kerja dan rejeki yang barokah