Dapat Sokongan Dana Cukai, Hartopo Targetkan Kudus Zero Stunting di 2024

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya untuk menekan angka stunting pada anak bawah lima tahun (Balita). Bahkan, Bupati Hartopo menargetkan pada 2024 Kabupaten Kudus zero angka stunting.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Kudus usai penyaluran cadangan pangan pemerintah untuk bantuan pangan berupa telur dan daging ayam kepada ratusan anak yang teridentifikasi stunting di Balai Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (5/5/2023).

Hartopo mengatakan, pemerintah menyalurkan bantuan sekitar 3.100 paket sesuai angka stunting di Kudus. Semua dikasih bantuan, dengan harapan angka stunting nantinya bisa terus turun.

-Advertisement-

Baca juga: Ingat Bun, Anak Stunting Berisiko Susah Dapat Pekerjaan

“Kalau target kami angka stunting di Kudus 0 persen. Tahun ini angka stunting di Kudus juga sudah mulai turun,” ujar Hartopo.

Dia mengungkapkan, bahwa di 2022 angka stunting di Kudus sempat naik jadi 5,8 persen, sehingga langsung ada penanganan dan di 2023 angka stunting mulai turun jadi 5,1 persen. Angka tersebut cukup rendah. Sebab angka stunting nasional 24 persen.

Upaya untuk penurunan angka stunting, kata dia, sudah dilakukan beberapa intervensi, di antaranya pembentukan tim dan pendampingan terhadap balita yang terindikasi stunting.

“Kita edukasi melalui bidan desa beserta tim. Tim akan melakukan pendampingan terkait asupan gizi sampai anak tersebut tidak stunting lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Kasus Stunting di Kudus Naik, Hartopo: ‘Data dari Mana?’

Untuk anggaran penanganan stunting, ungkap Hartopo, Pemkab akan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bidang kesehatan. Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 215/PMK.07/2021, 40 persen dari DBHCHT adalah untuk bidang kesehatan.

“Aggaran dari pemerintah pusat tinggal kita koordinasikan saja. Sementara dari DBHCHT bidang kesehatan dengan total 40 persen, kita ambil 5 persennya. Sekitar Rp5-10 miliar,” ungkapnya.

Kepala Dinsos P3AP2KB, Agung Karyanto menambahkan, sebanyak 2917 masyarakat se-Kabupaten Kudus menerima bantuan dari Badan Pangan Nasional untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Bantuan tersebut akan diberikan sebulan sekali selama kurun waktu tiga bulan.

“Bantuan diberikan bertahap, kemarin, hari ini dan besok. Isinya telur 10 biji dan karkas daging ayam satu kilogram,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER