BETANEWS.ID, PATI – Suasana duka mengiringi pemakaman bayi yang meninggal karena dibunuh oleh ayahnya sendiri. Beberapa pelayat tampak mendatangi rumah duka di Kauman, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Pati, Rabu (3/5/2023) pagi.
Dari rumah duka, kemudian jenazah bayi dibawa ke pemakaman umum Carum, Desa Sarirejo, Kecamatan/Kabupaten Pati untuk dimakamkan.
Ibu bayi Dinda Putri Fitriani tak kuasa menahan tangis sepanjang prosesi pemakaman. Ia tampak dipegangi kelurga karena kondisinya yang lemas. Ia tak menyangka, putri bungsunya yang berusia tiga bulan dibunuh suaminya Muhammad Sholeh Ika Saputra.
Baca juga: Bukan Hukuman Mati, Ayah yang Bunuh Bayinya di Pati Diancam Penjara Seumur Hidup
Usai prosesi pemakaman, sang kakek bayi atau orang tua dari pelaku pembunuhan mengaku syok begitu mendapatkan kabar bahwa cucunya dibunuh oleh Sholeh yang merupakan anaknya.
“Mendapat kabar langsung syok, istilahnya nggak bisa berkata-kata. Mendengar itu, langsung semaput (pingsan) nggak bisa menahan diri,” ujar Mustofa, kakek bayi.
Ia pun bercerita tentang keseharian anak dan menantunya. Menurutnya, mereka berdua beberapa kali ada cekcok.
“Ada cekcok sedikit, beda pendapat. Beda pendapat itu soal mengurus anak. Sebagai orang tua, kami sudah membimbing semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Sebelumnya, ia mengaku tidak ada kecurigaan sedikitpun akan terjadi kejadian memilukan itu. Keluarga juga tak menduga akan terjadi peristiwa nahas tersebut.
Baca juga: Pengungkapan Dalang Pembunuhan Bayi di Pati Berawal dari Kejanggalan Keterangan Sang Ayah
Terpisah, tersangka pembunuhan bayi, Muhammad Sholeh Ika Saputra (20) mengaku, bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan terhadap bayinya itu juga dipicu karena emosi.
“Saya bingung, anak rewel, nangis, dan kemudian emosi. Kemudian anak saya bekap bantal,” ungkapnya.
Ia juga menyadari apa yang dilakukannya, yakni membekap anak bungsunya itu dengan bantal bisa mengakibatkan kematian.
Tersangka juga bercerita bahwa sudah lima hari dua anaknya diasuh dirinya. Sedangkan istrinya berjualan es.
Dia pun mengaku, sebulan lalu sempat cekcok dengan istrinya dan berbuntut istrinya minta cerai. Namun permasalahan itu sudah selesai.
“Cekcoknya itu ya karena istri tidak cocok dengan orang tua saya, bapak saya,” tuturnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

