BETANEWS.ID, DEMAK – Satu pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 H, jasa penukaran uang baru di Demak masih sepi peminat. Kondisi itu akan berubah saat mendekati Lebaran yang biasanya akan ramai didatangi warga yang ingin mencari uang receh.
Berdasarkan tinjauan betanews.id, hanya terdapat empat jasa penukar uang baru di area Alun-alun Simpang Enam Demak. Ada pula yang terpaksa mangkal setengah hari, lantaran keadaan yang tidak terlalu ramai.
Salah satu jasa penukar uang baru Halim mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, peminat uang baru tahun ini belum sepenuhnya meningkat. Pengurangan jumlah jasa penukar bahkan dirasakan separuh dari penyedia di tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Meski Ada Komisinya, Transaksi di Jasa Penukaran Uang Capai Puluhan Juta Sehari saat Dekati Lebaran
“Biasanya di sini ada delapan. Ada yang di depan kejaksaan dan area alun-alun, sekarang cuma empat orang saja,” katanya pada betanews. id, Jumat (14/4/2023).
Mangkal dari pertengahan Ramadan dari pagi hingga petang, Halim mengaku peminat jasa penukaran uang baru di Demak tidak terlalu banyak. Menurutnya, keramaian mulai dirasakan ketika memasuki H-1 Lebaran.
“Hari-hari ini masih sepi sih, tidak tahu kalau H-5 sampai H-1 tapi keadaan memang masih sepi,” imbuhnya.
Terdapat berbagai macam nominal rupiah yang ia sediakan, mulai dari Rp1 ribu sampai Rp20 ribu. Dalam sehari Halim bisa menghabiskan uang puluhan hingga belasan juta.
Baca juga: Cuannya Gede, Penyedia Jasa Penukaran Uang Baru Ini Rela PP Jepara-Semarang Tiap Hari
“Ya kira-kira setiap hari bisa habis Rp15-20 juta. Perkiraan kalau ramai H-1 bisa dapat Rp50-60 juta,” sebutnya.
Meskipun terbilang sepi peminat, Halim mengaku masih mendapatkan keuntungan dari jasa penukaran uang baru. Per transaksi penukaran, uang akan dikenai potongan 10 persen untuk setiap Rp100 ribu.
“Kebanyakan yang cari nominal Rp5 ribu, yang tukar uang baru kebanyakan dari orang Demak sendiri tapi juga orang lewat,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

