Cuannya Gede, Penyedia Jasa Penukaran Uang Baru Ini Rela PP Jepara-Semarang Tiap Hari

BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang Lebaran, jasa penukaran uang mulai menjamur di kawasan Patung Kartini sampai di depan Masjid Agung Jepara. Berdasarkan pantauan, sudah terdapat enam lapak jasa penukaran uang yang tersebar di area tersebut.

Jumlah tersebut menurut Muhadi (58). Salah satu penyedia jasa, bakal bertambah mencapai 12 lapak menjelang H-seminggu lebaran. Para pedagang tersebut hampir semuanya berasal dari Kota Semarang. Mereka memilih Jepara karena peminat jasa penukaran uang sangat tinggi.

Ia bercerita bahwa salah satu pelanggannya pernah mengatakan masyarakat Jepara ketika menyambut Lebaran memang memiliki tradisi untuk semua serba baru, termasuk uang yang nantinya diberikan kepada sanak saudara.

-Advertisement-

Baca juga: Jasa Penukaran Uang Receh Baru di Kudus Mulai Marak

“Di Jepara peminatnya banyak, terus tradisi yang semua harus baru termasuk uang jadinya yang nukar uangnya banyak. Jadi senang kalau jualan di sini,” kata pria yang sehari-harinya bekerja serabutan tersebut pada Betanews, Selasa (04/04/2023).

Meskipun setiap hari ia harus menempuh jarak dari Semarang-Jepara, tetapi pekerjaan tersebut sudah ia geluti selama bertahun-tahun dan sudah menjadi pekerjaannya setiap memasuki Idulfitri.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Suwanto (44), yang setiap hari juga menempuh perjalanan Semarang-Jepara. Ia yang sudah 13 tahun melakoni pekerjaan tersebut mengatakan bahwa memilih Jepara sebagai lokasi penjualan karena masyarakatnya tidak banyak menawar ketika menukar uang.

Baca juga: Hasilnya Lumayan, Suwarno Pilih Tinggalkan Pekerjaan Harian Demi Jadi Penukar Uang

“Orang Jepara itu enak, penawarannya mudah. Apalagi yang sudah pembeli tetap, sudah tahu kalau nuker segini berarti bayarnya segini,” kata pria yang sehari-harinya berjualan Mie Kopyok tersebut sambil tersenyum.

Meskipun belum terlalu banyak pembeli, tetapi para pedagang tersebut mengatakan bahwa peminat jasa penukaran uang sudah cukup lumayan. Setiap harinya mereka tetap bisa mengantongi keuntungan dari jasa tersebut. Rata-rata para penjual tersebut mulai membuka lapaknya mulai pukul 8 pagi sampai menjelang magrib.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER