BETANEWS.ID, JEPARA – Harum aroma mawar menyambut peziarah ketika memasuki komplek makam Adipati Citrosomo yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamat, Jepara. Di makam ini, trah adipati yang menguasai Jepara selama 185 tahun itu disemayamkan.
Kepada Betanews.id, Edy Tadarisman, keturunan trah Citrosomo VII, yang ditemui di komplek makam Adipati Citrosomo, sudi berbagi informasi sejarah tentang Adipati Citrosomo.
Dia menceritakan, trah Citrosomo dimulai dari pengangkatan Ki Ragil atau Jiwosuto yang mendapat gelar Ki Tumenggung Citrosomo I pada tahun 1705 M. Yang kemudian dilanjutkan keturunannya sampai Kanjeng Kyai Bonjot atau Citrosomo VII yang berkuasa sejak 1855 – 1890 M.
Baca juga: Sejarah Percetakan Menara Kudus, Salah Satu Penerbit Alquran Tertua di Indonesia
“Ki ragil sendiri merupakan cucu dari Tumenggung Yudonegoro IV yang memiliki posisi penting di Kerajaan Mataram. Ia menjadi adipati Jepara pada saat Pangeran Puger berhasil memenangkan peperangan dengan Amangkurat III ketika perebutan kekuasaan Mataram,” tutur Edy kepada Betanews.id, belum lama ini.
Oleh pangeran puger yang bergelar Pakubuwono I, Ki ragil diangkat menjadi Adipati Jepara pada tahun 1705 – 1735, setelah Bupati Jepara Surjonopuro gugur dalam perang Bali. Ia diberi tugas untuk menumpas pemberontakan yang berada di wilayah utara pulau Jawa serta membersihkan lelembut di area pegunung Muria.
Dalam menjalankan tugas tersebut ia dibantu kakaknya, Ki Sutowijoyo yang lebih fokus dalam ranah spiritual untuk ikut membangun Jepara.
“Ini termasuk makam keluarga. Jadi yang dimakamkan di sini semua keturunan Citrosomo mulai dari Citrosomo I, III, IV, V, VI, VII, cucu beserta para cicitnya,” katanya.
Makam dari Citrosomo II sendiri berada di Desa Bapangan, Kelurahan/Kabupaten Jepara. Sebab pembangunan tersebut baru terjadi semasa pemerintahan Citrosomo III.
Baca juga: Sejarah Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Dibangun di Atas Keputren Ratu Kalinyamat
Sedangkan terkait makam R. Sosrodiningrat, bupati Jepara yang merupakan ayah dari Raden Ajeng Kartini, ia menjelaskan bahwa makam tersebut bukanlah makam asli. Melainkan makam dari mertua Raden Sosrodiningrat.
“Makam Sosrodiningrat itu adanya di Kudus. juga dikonfirmasi bahwa yang ada disini itu adalah makam dari Mertua Sosrodiningrat. Seandainya mau dipugar atau diganti namanya saja juga silahkan,” tambahnya.
Editor: Suwoko

