Investasi dan Penanaman Modal di Kudus Terancam Tak Capai Target

BETANEWS.ID, KUDUS – Kurangnya tenaga ahli di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Kudus mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus. Sorotan itu terkait kurangnya tenaga ahli, yang bisa menyebabkan investasi dan penanaman modal di Kota Kretek bisa terhambat dan tak tercapai target.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Kudus Harso Widodo mengatakan, perizinan memang membutuhkan tim teknis yang mempunyai kapasitas khusus dan selalu standby. Sebab selama ini tim teknis perizinan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

“Oleh karenanya kami berharap setiap membutuhkan tim teknis itu mereka bisa on the track, on time. Ketika butuh solusi saat itu, mereka bisa hadir,” ujar Harso kepada Betanews.id di gedung DPRD Kudus usai rapat, Rabu (5/4/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Dewan Soroti Dinas Perizinan Kudus yang Kekurangan Tenaga Ahli

Biasanya, kata dia, langkah yang diambil adalah dengan melakukan komunikasi awal lintas OPD terkait tim teknis tersebut. Masyarakat juga diminta konsultasi lebih dulu ke Dinas PMPTSP sebelum proses perijinan berjalan.

“Kalau ada tim ahli, kami bisa memfasilitasi. Kami bisa alokasikan waktu untuk pertemuan dan memberikan arahan serta pertimbangan, termasuk komitmen untuk penyelesaian jangka waktu perizinan yang akan diselesaikan oleh para pelaku usaha,” bebernya.

Harso pun berharap komitmen dari OPD lain yang berkaitan dengan tim teknis perizinan. Komitmen ini dibutuhkan, agar OPD terkait bisa menugaskan tim teknis untuk selalu siap siaga.

“Ke depan yang jadi visi misi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Kudus tahun 2024 adalah peningkatan investasi yang didukung dengan suasana kondusif,” ungkapnya.

Baca juga: Sudah Banyak Berdiri Pabrik Besar, DPMPTSP Sebut Sudah Cukup

Disinggung terkait Dinas PMPTSP tak membentuk tim teknis sendiri, Harso mengaku, pihaknya tak cukup personel. Saat ini pegawai yang ada di Dinas PMPTSP sangat terbatas. Harapannya ada penambahan personel dengan kualifikasi khusus, yang paham terkait dengan investasi dan penanaman modal.

“Sebab kemarin itu juga ada kendala, memahami investasi dan penanaman modal saja masih bingung. Kami juga butuh tim teknis yang betul-betul paham terkait masalah lingkungan hidup, kaitannya dengan infrastruktur, itu sangat kami butuhkan,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER