BETANEWS. ID, PATI – Puluhan warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati menggeruduk lokasi tambang galian C ilegal di Jalan Raya Gunung Rowo-Bukit Naga desa setempat, Senin (27/3/2023). Warga menuntut tambang ilegal yang disebut milik Sudarmi, warga Pati itu ditutup.
Aksi itu, imbas dari dari aktivitas galian C yang berada di pinggir jalan. Sebab, kegiatan itu mengakibatkan jalanan menjadi licin ketika hujan, sehingga pengendara yang melewati jalan tersebut harus ekstra hati-hati.
Beberapa warga menyebut mengalami kecelakaan ketika melintas jalan tersebut, lantaran licin dan tak bisa mengendalikan sepeda motor.
Baca juga: Seorang Pria di Sukolilo Pati Hampir Membakar Mantan Istri Karena Sakit Hati Digugat Cerai
”Selasa kemarin istri saya jatuh ketika mau ke pasar. Kakinya mengalami luka. Saya berharap jalannya segera dibersihkan dari lumpur. Kalau tidak, saya khawatir banyak korban lagi,” ujar Kartono.
Selain itu, aktivitas galian C itu juga disebut membuat lingkungan tercemar, rawan longsor, serta membuat pondasi tiang listrik rapuh.
”Kalau kemarau, debunya ke mana-mana. Kalau hujan jalannya licin. Sudah ada puluhan warga yang jatuh menjadi korban. Permintaan warga ya tambang ditutup permanen,” kata Zamroni, koordinator aksi.
Mereka juga meminta adanya ganti rugi bagi warga yang mengalami kecelakaan di jalan samping lokasi tambang.
Menurutnya, hal itu merupakan tanggungjawab pengelola tambang lantaran membuat jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara.
Kepala Desa Sitiluhur Suyuti didampingi Kapolsek Gembong IPTU Lilik Supardi yang mendatangi lokasi menyebut, bahwa ia sudah menyampaikan keluhan warga kepada pemilik tambang.
Baca juga: Apes! Puluhan Motor Berknalpot Brong Diamankan Polisi saat Lagi Asyik Nongkrong di Gunungrowo
”Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga, bahwa ada kegiatan galian C di sini. Apa yang menjadi keluhan masyarakat sudah saya sampaikan kepada Bu Sudarmi,” kata Suyuti.
Ia mengatakan, sudah ada kesepakatan untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut. Suyuti juga meminta maaf karena sebelumnya tidak bisa mengendalikan aktivitas tambang.
”Mulai kemarin, galian dihentikan. Tidak boleh beroperasi di sini. Saya minta maaf karena tidak bisa mengendalikan secara maksimal,” ucapnya.
Terkait pembersihan jalan, Suyuti mengaku siap bertanggungjawab. Bila pemilik tambang belum bisa melakukan hari ini, pihaknya bakal membersihkan jalan itu.
“Andai kata tidak dibersihkan, saya selaku kepala desa bertanggungjawab untuk membersihkan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

