Menilik Makam Mbah Panji Kusumo, Sosok Pendiri Desa Bungo Demak

BETANEWS, DEMAK – Berada di tengah pemakaman Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, sebuah bangunan berornamen kuno terlihat lebih megah daripada makam lainnya. Masayarkat setempat menyebut tempat itu sebagai peristirahatan terakhir Mbah Panji Kusumo, seorang pendiri Desa Bungo.

Menurut juru kunci makam, Muslimin menceritakan, Mbah Panji Kusumo adalah orang yang memiliki darah keturunan dari Kerajaan Kediri. Dia mendapat amanat untuk membangun sebuah wilayah, ia kemudian diperintahkan pergi ke arah barat untuk membuat desa.

“Dari cerita rakyat yang ada, saat itu terjadi gejolak. Pangeran Panji Kusumo diminta pergi ke arah barat, dalam arti Selat Muria. Dia kemudian membangun wilayah yang sekarang menjadi Desa Bungo,” katanya pada Betanews. id, Sabtu (25/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Mengenal Masjid Ni’matul Ittihad Mandung Demak yang Tiba-tiba Ada

Muslimim menerangkan, Desa Bungo sebelum datangnya Mbah Panji Kusumo dulunya dihuni oleh para penyamun dan masyarakat Hindu berkasta Sudra. Menggunakan pendekatan yang bijaksana, masyarakat lambat laun bisa diajak untuk memeluk agama Islam.

“Makanya desa ini diberi nama Desa Bungo, karena bermula dari kata bungah dalam Bahasa Jawa, artinya berbunga-bunga atau senang dengan kedamaian yang dibawa, ” terangnya.

Makam Mbah Panji Kusumo berdekatan dengan makam istrinya, Dewi Kubro atau Dewi Kebrok. Setiap tahun saat memasuki kemarau, masyarakat secara rutin menggelar haul sebagai tanda hormat.

Baca juga: Sejarah Masjid Al-Makmur Desa Kriyan, Dibangun di Atas Keputren Ratu Kalinyamat

“Setiap haul, masyarakat melakukan kirab dan malam Kamis Kliwon ada manakib rutin di sini, ” jelas Muslimin.

Dia menambahkan, para peziarah tidak hanya datang dari kalangan lokal saja. Masyarakat dari wilayah Jepara, Purwodadi, Semarang, dan daerah pantura lainnya juga turut berkunjung ke Makam Mbah Panji Kusumo.

“Kalau pas pencalonann lurah kepala Desa itu banyak yang ke sini, karena beliau kan pangeran kerajaan mungkin ada kaitannya dengan itu, ” katanya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER