BETANEWS.ID, SOLO – Antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sangat tinggi. Sejak dibuka pada 1 Maret 2023 lalu, puluhan ribu pengunjung terus berdatangan setiap hari dari berbagai daerah.
Kebanyakan dari pengunjung datang ke Masjid Sheikh Zayed dengan menggunakan kendaraan pribadi dan menggunakan bus. Sayangnya, para pengunjung tidak memarkirkan kendaraan mereka di kantong parkir yang sudah disediakan, dan malah parkir sembarangan di kawasan samping masjid.
Dari pantauan Betanews.id di lokasi, kendaraan seperti motor, mobil, hingga bus diparkir di badan jalan sekitar masjid hingga permukiman warga.
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Solo Siapkan 6.000 Makanan Berbuka Gratis Setiap Hari Selama Ramadan
Tampak juga petugas parkir mengarahkan pengendara untuk memarkirkan kendaraannya, namun di sembarang tempat. Tak jarang juga, keadaan tersebut membuat kemacetan sering terjadi dengan terus bertambahnya pengunjung yang datang.
Saking banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan, tak sedikit juga yang memarkirkan bus di Jalan Ahmad Yani. Padahal, jalan itu merupakan satu-satunya akses bagi kendaraan berat untuk pengerjaan proyek pembangunan viaduk Gilingan.
Bahkan, menurut Asisten Direktur Operasional Join Commuttee Indonesia, Bagus Sigit Setiawan, pihaknya mendapat komplaim dari pihak proyek lantaran parkir yang mengakibatkan akses kendaraan berat tertutup.
“Masih banyak yang memarkirkan kendaraan di jalan raya, bahkan kami sampai mendapat komplain karena kendaraan parkir di wilayah yang seharusnya steril di proyek Viaduk Gilingan,” terang Bagus, Rabu (22/3/2023).
Dishub Kota Solo pun sebenarnya telah menyiapkan sejumlah kantong parkir, di antaranya adalah Terminal Tirtonadi, Pamedan Pura Mangkunegaran, Benteng Vasternburg, Pedaringan, Rumah Duka Tiong Thing, dan pangkalan Kosti. Dari lokasi kantong parkir, pengunjung akan diangkut dengan menggunakan shuttle bus dan hanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp4 ribu saja per orangnya.
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Solo, Setiap Hari Dipadati Ribuan Warga
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dishub Solo, Taufiq Muhammad menjelaskan bahwa seharusnya bus dan kendaraan lainnya diparkirkan di enam titik kantong parkir yang sudah disediakan.
“Enam kantong parkir itu untuk bus. Untuk Jalan Ahmad Yani yang dalam proses penutupan yang sebelah timur viaduk ini kita masih izinkan untuk parkir kendaraan kecil,” jelas Taufiq.
Taufiq juga mengaku kewalahan mengatasi tingginya animo masyarakat yang berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
“Yang pasti yang jadi, masalahnya karena masjid itu tidak punya lahan parkir. Sedangkan pengunjung luar biasa, sehari (mencapai) 15 ribuan. Dari Dishub sudah maksimal kita membackup,” urainya.
Editor: Ahmad Muhlisin

