31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Aksi Mahasiswa di Semarang Tolak Perppu Cipta Kerja Berlangsung Ricuh

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Semarang penuhi janji mereka untuk kembali berunjuk rasa dengan jumlah lebih besar. Sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 14/3/2023, massa mulai memadati Jalan Pahlawan, di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Tengah. Aksi tersebut berlangsung ricuh.

Massa pengunjuk rasa mengatas namakan Aliansi Rakyat Jawa Tengah Tolak Perppu Cipta Kerja. Selain mahasiswa, beberapa serikat dan konfederasi serikat pekerja di Jawa Tengah turut dalam gelombang terbesar setelah aksi-aksi serupa belakangan ini. Tak hanya itu, Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) yang sebelumnya sudah berencana turun ke jalan, ikut bergabung dalam aliansi tersebut.

Baca juga: Cium Gelagat Pengesahan Perppu Cipta Kerja, Buruh di Jateng Geruduk Dewan

-Advertisement-

Dipimpin koordinator lapangan (korlap) di atas mobil komando, massa meneriakkan yel-yel menolak rencana pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja. Pengunjuk rasa merasa kesal karena pemerintah telah melakukan akal-akalan dengan membuat Perppu Cipta Kerja. Pendemo menyatakan pemerintah telah melakukan pembangkangan konstitusi.

Tidak seperti aksi-aksi sebelumnya, massa penolak Perppu Cipta Kerja ini berhasil merobohkan roll kawat berduri yang membentengi kompleks Gubernuran dan DPRD. Polisi hanya melapisi barikade kawat berduri di depan gerbang masuk, dengan dua barisan polisi yang menempatkan polwan di garis terdepan.

Aksi Massa Memanas

Keadaan mulai memanas ketika massa mulai membakar ban bekas. Para polwan pun ditarik ke dalam. Massa kemudian merangsek mendekati gerbang. Alhasil aksi saling dorong antara polisi dan pengunjuk rasapun terjadi. Polisi yang terdesak langsung masuk ke dalam kompleks gedung. Dengan cepat pagar gerbang langsung ditutup kembali.

Massa yang menginginkan masuk ke dalam gedung wakil rakyat, meminta polisi membuka gerbang. Namun keinginan pendemo itu tidak dituruti oleh pihak polisi. Massa pun secara bergelombang memaksa masuk dengan berusaha merobohkan pagar gerbang. Pendemo dan polisi nyaris terlibat bentrok lagi ketika gerbang mulai sedikit terbuka. Namun bentrokan urung terjadi ketika polisi berhasil mendesak massa pendemo ke luar.

Baca juga: Demo Tolak Perppu Cipta Kerja, Pemerintah Dianggap Menghina Konstitusi

Gelombang aksi penolakan Perppu Cipta Kerja dimungkinkan akan terus terjadi. Ini terlihat dari aksi-aksi yang terus menerus dilancarkan baik oleh mahasiswa maupun buruh. Aksi protes ini merupakan buntut persetujuan Badan Legislasi DPR RI yang menyetujui Perppu Cipta Kerja untuk dibawa ke sidang Paripurna.

Perlu diketahui, Perppu Cipta Kerja dinilai kontroversial setelah UU Cipta Kerja, Omnibus Law sebelumnya dinyatakan inkontitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun bukannya memperbaiki syarat MK tersebut, pemerintah justru menerbitkan Perppu Cipta Kerja yang secara materi tidak jauh dari UU Cipta Kerja sebelumnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER