Mengenal Rumah Pelita, Day Care Anak Stunting di Semarang yang Punya Fasilitas Oke

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada Selasa (21/2/2023), Rumah Pelita di kawasan Candi Pawon, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang terlihat sudah beroperasi.

Rumah Pelita ini adalah salah satu program inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk menangani stunting. Selain di Semarang Barat, Pemkot juga telah mendirikan Rumah Pelita di Kecamatan Gunung Pati.

Salah seorang pengasuh Rumah Pelita Semarang Barat, Lala Muthia Thaher, mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menerima penitipan 15 anak stunting berusia dua sampai empat tahun. Menurutnya, minimnya pengasuh membuat pihaknya kini baru bisa menerima anak di atas dua tahun.

-Advertisement-

Baca juga: Tetangga Dampingi Tetangga, Jadi Strategi Andalan BKKBN Sosialisasikan Persoalan Stunting

“Saat ini jumlah pengasuh masih ada dua orang. Dengan kondisi ini, Rumah Pelita Semarang Barat belum bisa menerima anak usia baduta (bawah dua tahun). Ini karena anak usia baduta memerlukan pengawasan lebih intensif, sehingga dibutuhkan pengasuh lebih banyak agar bisa lebih mudah membagi perhatian ke semua anak,” katanya saat ditemui, Kamis (9/3/2023).

Selain pengasuh, lanjut Lala, Rumah Pelita juga menyediakan makanan bergizi yang sudah ditentukan oleh ahli gizi yang ditunjuk pemerintah. Salah satu standar gizi menu makanan yang terdiri dari makanan berat dan makanan ringan, adalah pemenuhan 1.400 kalori. Dengan demikian, diharapkan nutrisi bagi anak-anak stunting yang dititipkan di Rumah Pelita bisa terpenuhi.

“Sementara dalam hal pemantauan tumbuh kembang anak-anak stunting di Rumah Pelita, sekali dalam seminggu ada kunjungan dokter yang juga ditunjuk oleh pemerintah kota. Rumah Pelita juga bekerja sama dengan Puskesmas setempat jika ada anak yang sakit,” katanya.

Baca juga: Ingat Bun, Anak Stunting Berisiko Susah Dapat Pekerjaan

Lala juga menerangkan, kegiatan anak-anak stunting di Rumah Pelita ini terjadwal secara teratur, di antaranya seperti jam makan, jam bermain, jam istirahat, sampai jam mandi sore menjelang anak-anak dijemput orang tuanya.

Bagi Lala, menghadapi perilaku anak-anak bukanlah hal baru. Ia dan seorang pengasuh lagi, Azizah Sri Endahwati, memiliki pengalaman bekerja di beberapa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ternama di Kota Semarang. Lala dan Azizah menerapkan pengalamannya dengan memberi pembelajaran ala PAUD, seperti melatih kemampuan kognitif melalui permainan dengan alat peraga tertentu.

“Pembelajaran meliputi practical life, seperti memakai kaus kaki sendiri, belajar menjahit, juga pembelajaran bahasa Inggris,” terang Lala.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER