BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ternyata hanya mengikuti Amien Rais di Twitter. Keputusan Gibran ini tentunya membuat penasaran netizen lantaran, alih-alih memfollow keluarganya, akun dengan user name @gibran_tweet itu justru memilih akun @realAmienRais untuk diikuti.
Saat ditanya alasannya hanya mengikuti pendiri Partai Ummat itu, Gibran enggan menjawabnya secara spesifik. Ia hanya mengaku bahwa sangat menghormati Amien Rais.
”(Amien Rais) sorang senior. Saya bukan fans, saya sangat menghormati beliau,” kata Gibran ketika ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (7/3/2023).
Baca juga: Harta Naik Rp734 Juta Jadi Rp26 Miliar di 2022, Gibran: ‘Masih Ada KPR 2 Rumah’
Gibran mengaku hanya ingin mengetahui aktivitas sosial media Amien. Ia mengaku mengikuti Amien Rais karena baru saja bermimpi.
“Eh,lagi kemarin sih, tiba-tiba saja mimpi, mimpi ketemu, nggak sempat (ngobrol di mimpi), terus langsung bangun,” ucapnya.
”Ya ngepoin, masak nggak ngepoin, kan sudah follow. Kan satu-satunya yang difollow,” lanjutnya.
Lebih dari itu, Gibran memandang Amien Rais sebagai tokoh yang sangat baik. Oleh sebab itu, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengikuti akun Twitternya. Ditanya soal perjalanan politik Amien Rais, Gibran mempersilakan masayarakat yang menilai.
”Baik, orangnya baik, biar masyarakat yang menilai. Mosok aku ra oleh (masa saya tidak boleh) mengidolakan beliau,” ujarnya.
Baca juga: Sebut Karakter Anak di Era Digital Perlu Dikuatkan, Gibran : ‘Ojo Sitik-Sitik Sambat Neng Sosmed’
Meski mengikuti akun sosmed Amien Rais, Gibran mengaku belum pernah bertemu dengannya. Oleh sebab itu, Gibran mengaku ingin bertemu dengan Amien.
”Belum (bertemu), makanya pengen ketemu. kalau ada yang kenal lho,” katanya.
Gibran juga mengaku memiliki beberapa hal yang ingin disampaikan kepada Amien Rais dan ingin meminta masukan-masukan dari Ketua Majlis Syura Partai Ummat itu. Akan tetapi bukan soal rencana politik di 2024 mendatang.
”Ya minta masukan-masukan dari beliau, enggak (soal 2024). Soal yang lainnya, banyak,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

